Hal-Hal Keliru dalam Rekrutmen Seleksi

Siapa yang tidak ingin mendapatkan pekerjaan impian? Setiap orang pasti menginginkannya, namun seringkali kita melakukan kesalahan dalam rekrutmen & seleksi, sehingga mengakibatkan kita tidak diterima di perusahaan impian. Yuk cari tahu apa saja dan tips menghindarinya!

Tidak Melakukan Riset tentang Perusahaan:

Salah satu kesalahan paling umum yang sering dilakukan adalah ketidaktahuan tentang perusahaan yang dilamar. Beberapa kandidat mungkin terlalu fokus pada posisi pekerjaan dan syarat-syaratnya tanpa memperhatikan nilai, budaya, dan visi dari perusahaan tersebut. Maka pelamar harus lakukan riset terlebih dahulu tentang perusahaan, termasuk visi dan misi, produk atau layanan, budaya kerja, dan reputasi perusahaan. Informasi ini dapat membantu Anda mencari tahu apakah perusahaan sesuai dengan nilai dan keinginan Anda. Informasi ini bisa Anda dapatkan dengan mengunjungi web resmi perusahaan atau platform pencari kerja lainnya. Dengan cara ini, Anda menunjukan keseriusan kepada perusahaan dan memiliki minat yang tinggi untuk bekerja di perusahaan tersebut.

Mengabaikan Instruksi dalam Pengisian Aplikasi

Ketika mengisi aplikasi atau mengikuti proses rekrutmen karyawan, seringkali ada instruksi yang harus diikuti dengan cermat. Mengabaikan atau tidak mematuhi instruksi ini dapat membuat kandidat gagal mencapai tahap selanjutnya. Maka dalam proses rekrutmen penting sekali untuk membaca instruksi dengan teliti dan pahami instruksi yang diberikan dalam pengisian aplikasi atau proses seleksi.  Pastikan Anda mengikuti petunjuk dengan tepat dan memberikan informasi yang diminta dengan benar. Jangan ragu untuk bertanya kepada perekrut/asesor apabila terdapat instruksi yang tidak anda pahami.

Mengirimkan Aplikasi Secara Tidak Tepat Waktu

Hal yang tidak kalah penting dalam proses rekrutmen karyawan adalah memperhatikan tenggat waktu pengumpulan berkas. Seringkali kandidat tidak teliti dalam memastikan tanggal-tanggal penting dalam proses rekrutmen karyawan. Sehingga menyebabkan hilangnya kesempatan untuk berprestasi dalam proses rekrutmen. Maka penting sekali untuk selalu perhatikan batas waktu pengiriman aplikasi dan usahakan untuk mengajukan aplikasi sebelum waktu yang ditentukan. Hindari untuk menunda-nunda mengirim berkas di menit terakhir.

Tidak Memperbarui CV atau Resume

Seperti kartu pengenal, CV adalah berkas penting untuk memperkenalkan diri Anda kepada perusahaan yang anda tuju. Jadi penting banget untuk Anda membuat CV atau resume yang menarik dan detail. Masalah yang kerap terjadi adalah kandidat tidak memperbarui CV secara berkala, maka perusahaan tidak mendapatkan gambaran penuh mengenai kandidat. Akhirnya kesempatan melayang begitu saja. Maka pastikan untuk selalu memperbarui CV atau resume Anda dengan pengalaman, pendidikan, dan keterampilan terbaru. Jangan lupa untuk menyertakan prestasi dan tanggung jawab yang relevan dengan pekerjaan yang Anda lamar. Alangkah baiknya perhatikan juga ketentuan-ketentuan yang terdapat pada job poster atau lowongan pekerjaan.

Tidak Menyiapkan Wawancara dengan Baik

Beberapa kandidat kdang-kadang menganggap remeh wawancara sehingga tidak mempersiapkan diri dengan baik. Tentunya hal ini dapat berdampak buruk pada penilaian perekrut. Anda dapat mengatasinya dengan berlatih wawancara dengan teman maupun keluarga. Cobalah menjawab pertanyaan umum dan khusus yang memungkinkan muncul dalam wawancara yang akan anda hadapi

Tidak Bertanya Pertanyaan Selama Wawancara

Ketika  perekrut bertanya ”Apakah ada yang ingin ditanyakan?”, seringkali kandidat hanya menjawab “sudah cukup” atau “tidak ada”. Eits..jangan lewatkan kesempatan ini ya. Kerap kali perekrut ingin melihat ketertarikan Anda loh dengan perusahaan. Sehingga untuk menunjukan ketertarikan dan sifat proaktif, Anda dapat menyiapkan beberapa pertanyaan yang relevan mengenai perusahaan atau posisi pekerjaan yang anda lamar loh. Selain menunjukan ketertarikan anda, pertanyaan tersebut dapat membantu anda mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai posisi yang anda lamar.

Tidak Berkomunikasi dengan Baik

Keterampilan komunikasi yang buruk dapat merugikan kandidat selama proses rekrutmen dan seleksi. Kurang jelasnya dalam penyampaian pesan dan sikap yang kurang profesional dapat menjadi penilaian yang dapat mengurangi penilaian juga loh. Maka penting sekali untuk melatih kemampuan komunikasi verbal dan non-verbal. Anda dapat mencoba untuk berbicara dengan jelas dan terus terang agar apa yang anda pikirkan dapat tersampaikan kepada perekrut. Juga tunjukan sikap yang profesional dan ramah.

Menjadi seorang kandidat yang sukses dalam proses rekrutmen dan seleksi memerlukan persiapan yang baik dan pemahaman tentang proses tersebut. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan umum ini, Anda dapat meningkatkan peluang Anda untuk berhasil mendapatkan pekerjaan atau kesempatan yang Anda inginkan. Selalu ingat bahwa proses seleksi adalah kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, keterampilan, dan kecocokan Anda dengan perusahaan, sehingga berusahalah untuk tetap tenang, percaya diri, dan jujur selama proses tersebut.