Tes Kepribadian MBTI Mengoptimalkan Kinerja

Author: Farah Almas Riyanthi, S.Psi – HR Consultant (PT Magnet Solusi Integra)

Era industri terkini menuntut karyawan bekerja dengan dinamika terus bergerak. Tentu disadari bahwa sebuah perusahaan merupakan sistem yang saling terkait antar bagian satu dan lainnya. Jalinan antar bagian dalam perusahaan dapat diwujudkan dengan kolaborasi. Kolaborasi menjadi istilah lekat untuk bekerja bersama tim. Sering kali kolaborasi menjadi kunci keberhasilan tim dalam mencapai tujuan perusahaan. Salah satu strategi kolaborasi yang sering digunakan adalah menciptakan organisasi “Matrixed Teams” di mana karyawan bekerja dalam banyak tim dan bertanggung jawab ke banyak manajer. Dikutip dari Gallup.com (2021), di tahun 2019, 72% dari 14.000 karyawan Amerika bekerja pada perusahaan dengan strategi “Matrixed Teams”.

Dibalik berbagai kesuksesan dari strategi ini, tentunya terdapat tantangan besar bagi karyawan untuk berhadapan dengan berbagai kepribadian berbeda dalam waktu singkat. Karyawan dalam mengoptimalkan kolaborasi tim dengan menjalin hubungan yang tepat. Otomatis, mengenali kepribadian anggota tim lain menjadi “jalan ninja” untuk dapat meng-handle anggota tim lain. Sudut pandang melihat tipe kepribadian dipaparkan oleh banyak tokoh, salah satunya Isabel Briggs Myers. Isabel Briggs Myer mengadaptasi teori Carl Jung untuk membagi tipe kepribadian menjadi 16 tipe. Tipe kepribadian ini diwujudkan dalam alat tes kepribadian MBTI (Myer Briggs Type Indicator). Inilah 16 tipe kepribadian manusia menurut Myer Briggs:

16 tipe kepribadian di atas memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Dimana tipe kepribadian MBTI didasarkan pada 4 (empat) pasang tipe kepribadian dasar yaitu :

1. EKSTROVERT vs INTROVERT

Sepasang traits ini, menggambarkan bagaimana individu mendapatkan energi dan memusatkan perhatiannya. Individu dengan traits Ekstrovert memiliki ketertarikan besar untuk berhubungan dengan lingkungannya, orang-orang sekitarnya bahkan kegiatan disekitarnya. Pendorong maupun energi didapatkan dari dunia luar. Komunikasi verbal menjadi senjata untuk individu ekstrovert menjalin relasi sosial. Pengalaman dan perilaku manusia merupakan sumber belajar baginya. Ekpresif dan menunjukan isi perasaannya menjadi warna pribadi ini dipandang oleh orang sekitarnya. Sosok inisiatif yang dilanjutkan dengan eksekusi, kecenderungannya betindak terlebih dahulu dan berpikir setelahnya.

Sedangkan Individu dengan traits Introvert pendorong dan energi didapatkan dari dalam dirinya sendiri, melalui perenungan dan refleksi. Hingga, cenderung lebih menarik diri dari lingkungan sekitarnya. Komunikasi non-verbal seperti menulis atau tersurat merupakan caranya mendapatkan kenyamanan dalam menjalin relasi dengan orang lain. Kebanyakan individu dengan traits ini akan terlihat lebih terkontrol emosi dan perasaannya. Sebab individu tipe ini harus memikirkan tindakannya terlebih dahulu baru bertindak.

2.  SENSING vs INTUITIF

Sepasang traits ini, menggambarkan bagaimana individu memperoleh informasi. Individu dengan traits Sensing memiliki keyakinan akan kebenaran dari kejadian nyata. Baginya informasi yang valid berasal dari pengalaman, kejadian nyata dan konkrit dialami sendiri atau orang terdekatnya. Jika tidak begitu, individu ini akan kesulitan untuk percaya atas informasi yang diterima. Individu yang memiliki orientasi pada masa sekarang, mengamati dan mengingat secara berurutan.

Sedangkan individu dengan traits Intuitif dikenal dengan keyakinannya pada firasat dan intuisi yang dimiliki. Tindakan dan keputusan yang diambil berdasar pada peluang, kemungkinan, imajinasi dan inspirasi. Pemikirannya maju dan lebih fleksibel menghadapi tantangan-tantangan mendatang.

3. THINKING vs FEELING

Sepasang traits ini, menggambarkan bagaimana individu mengambil keputusan atas diri dan tindakannya. Individu dengan traits Thinking mengambil keputusan melalui analisa kuat. Analisa tersebut didasarkan dari menghubungkan sebab dan akibat atas keputusan yang akan diambil. Cara pandang objektif, masuk akan dan berprinsip teguh pada hal yang benar.

Sedang individu dengan traits Feeling cenderung mengambil keputusan menggunakan nilai-nilai pribadi dan perasaannya. Keputusannya mengutamakan keharmonisan antar individu.

4. JUDGING vs PERCEIVING

Sepadang traits ini, menggambarkan bagaimana individu memandang dunia luar. Individu dengan traits Judging cenderung melihat dunia secara teratur. Individu ini berangkat dengan perencanaan dan nyaman dengan kehidupan yang pasti. Baginya memiliki batasan dan memiliki kategori akan semua hal disekitarnya adalah hal penting.

Sedangkan individu dengan traits Perceiving cenderung spontan. Ia fleksibel dan menyukai ketidak pastian di dunia luar. Kebebasan dan pemikiran terbuka menjadikan mereka tidak terkendala dengan tekanan batas waktu atau suatu kondisi tertentu.

Sampai di sini, semua tipe cenderung memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tentunya dengan mengetahui tipe kepribadian Anda dan rekan kerja, lebih mudah memahami karakter team,  meng-handle pekerjaan bersama dan menjalin relasi. Dari semua tipe kepribadian menrunut tes kepribadian MBTI (Myer Briggs Type Indicator), Anda termasuk tipe mana? Segera ketahui dan optimalkan kinerja Anda dan tim melalui Tes Kepribadian MBTI sekarang !

Leave a Reply

Your email address will not be published.