Tahap awal melakukan kegiatan wawancara adalah dimulai dengan perencanaan yang matang.
Tahap pertama adalah menentukan tujuan wawancara, yaitu memahami informasi apa yang ingin diperoleh dari narasumber.
Selanjutnya, peneliti atau pewawancara harus melakukan riset awal terkait topik yang akan dibahas serta profil narasumber agar pertanyaan yang disusun lebih relevan dan mendalam.
Setelah itu, penyusunan daftar pertanyaan dilakukan dengan memperhatikan urutan yang logis, mulai dari pertanyaan pembuka yang ringan hingga yang lebih spesifik.
Selain itu, pewawancara juga perlu mengatur jadwal dan lokasi wawancara yang nyaman bagi kedua belah pihak agar suasana tetap kondusif.
Terakhir, konfirmasi kepada narasumber perlu dilakukan untuk memastikan kesediaan mereka serta memberikan gambaran singkat mengenai tujuan wawancara sehingga mereka dapat mempersiapkan diri dengan baik.
Baca Juga: Bentuk Pertanyaan Yang Harus Dihindari Pewawancara!
Tahap Awal Melakukan Kegiatan Wawancara
Wawancara adalah metode yang umum digunakan dalam berbagai konteks, seperti penelitian akademik, rekrutmen kerja, investigasi, maupun jurnalistik.
Agar wawancara berjalan efektif dan menghasilkan informasi yang akurat serta relevan, ada beberapa tahapan awal yang harus diperhatikan sebelum kegiatan wawancara berlangsung.
Tahap awal ini mencakup perencanaan, persiapan teknis, serta pendekatan terhadap narasumber.
Berikut adalah penjelasan rinci mengenai tahap awal dalam melakukan wawancara:
1. Menentukan Tujuan Wawancara
Tahap pertama sebelum melakukan wawancara adalah menentukan tujuan yang ingin dicapai.
Tujuan ini akan membantu dalam menyusun pertanyaan yang sesuai dan memastikan bahwa wawancara berjalan dengan arah yang jelas.
Beberapa pertimbangan dalam menentukan tujuan wawancara antara lain:
a. Apakah wawancara bertujuan untuk menggali informasi mendalam mengenai suatu topik?
b. Apakah wawancara bertujuan untuk menilai kualifikasi seseorang dalam rekrutmen kerja?
c. Apakah wawancara bertujuan untuk mencari opini atau perspektif narasumber mengenai suatu isu?
Menentukan tujuan yang spesifik akan membantu pewawancara dalam mengembangkan strategi wawancara yang efektif.
2. Mengenali Narasumber
Setelah tujuan wawancara ditetapkan, langkah selanjutnya adalah memahami latar belakang narasumber.
Ini penting agar pewawancara dapat menyesuaikan pertanyaan dan pendekatan yang tepat.
Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam mengenali narasumber adalah:
a. Melakukan riset tentang narasumber melalui profil media sosial, publikasi, atau informasi lain yang relevan.
b. Memahami bidang keahlian dan pengalaman narasumber.
c. Menyesuaikan gaya komunikasi agar wawancara berlangsung dengan nyaman dan profesional.
Dengan memahami narasumber, pewawancara dapat membangun koneksi yang lebih baik dan meningkatkan kemungkinan mendapatkan jawaban yang lebih informatif.
Baca Juga: Langkah Tahapan Wawancara Kerja Beserta Urutan & Prosesnya!
3. Menyusun Daftar Pertanyaan
Setelah memahami narasumber, tahap berikutnya adalah menyusun daftar pertanyaan yang akan diajukan selama wawancara.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun pertanyaan adalah:
Gunakan pertanyaan terbuka
Hindari pertanyaan yang hanya bisa dijawab dengan “ya” atau “tidak.”
Sebaliknya, gunakan pertanyaan yang mengundang narasumber untuk memberikan jawaban yang lebih rinci.
Susun pertanyaan secara logis
Mulailah dengan pertanyaan yang bersifat umum sebelum masuk ke pertanyaan yang lebih spesifik.
Hindari pertanyaan yang bersifat mengarahkan
Pertanyaan yang mengandung asumsi dapat menyebabkan bias dalam jawaban yang diberikan oleh narasumber.
Siapkan pertanyaan cadangan
Terkadang, jawaban narasumber bisa berbeda dari yang diharapkan.
Oleh karena itu, memiliki pertanyaan tambahan dapat membantu pewawancara tetap mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
4. Menentukan Waktu dan Tempat Wawancara
Pemilihan waktu dan tempat yang tepat sangat mempengaruhi keberhasilan wawancara.
Beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan meliputi:
a. Memilih waktu yang nyaman bagi narasumber agar mereka dapat berbicara dengan tenang.
b. Memastikan tempat wawancara memiliki lingkungan yang kondusif, seperti ruang yang tenang dan minim gangguan.
c. Jika wawancara dilakukan secara daring, pastikan platform yang digunakan (Zoom, Google Meet, atau Skype) sudah disepakati oleh kedua belah pihak dan memiliki koneksi internet yang stabil.
5. Mempersiapkan Peralatan Teknis
Baik wawancara dilakukan secara langsung maupun daring, pewawancara perlu memastikan bahwa semua peralatan yang dibutuhkan telah siap sebelum wawancara dimulai.
Beberapa peralatan yang harus dipersiapkan antara lain:
Alat perekam suara atau video
Jika wawancara memerlukan dokumentasi, pastikan alat perekam berfungsi dengan baik.
Notebook atau laptop
Jika diperlukan pencatatan, pewawancara dapat menggunakan buku catatan atau laptop untuk menulis poin-poin penting.
Alat tulis
Pena dan kertas tetap penting sebagai cadangan jika diperlukan pencatatan manual.
Mikrofon dan kamera (untuk wawancara daring)
Pastikan mikrofon dan kamera berfungsi dengan baik agar kualitas komunikasi tetap optimal.
6. Membuka Komunikasi dengan Narasumber
Sebelum wawancara dimulai, penting untuk menjalin komunikasi yang baik dengan narasumber agar mereka merasa nyaman.
Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah:
a. Menghubungi narasumber terlebih dahulu untuk mengonfirmasi jadwal wawancara.
b. Menjelaskan secara singkat tujuan wawancara dan bagaimana wawancara akan berlangsung.
c. Jika wawancara akan direkam, meminta izin kepada narasumber terlebih dahulu.
d. Membangun suasana santai dengan berbasa-basi ringan sebelum wawancara dimulai agar narasumber merasa lebih nyaman.
Tahap awal dalam melakukan wawancara merupakan langkah krusial yang menentukan kelancaran dan efektivitas wawancara itu sendiri.
Dengan menetapkan tujuan yang jelas, memahami narasumber, menyusun pertanyaan yang tepat, memilih waktu dan tempat yang sesuai, serta mempersiapkan peralatan teknis, pewawancara dapat memastikan bahwa wawancara berlangsung secara profesional dan menghasilkan informasi yang berkualitas.
Komunikasi yang baik dengan narasumber juga memainkan peran penting dalam menciptakan suasana yang kondusif dan mendukung keberhasilan wawancara.