Daftar Isi

Apa Itu Integritas Dalam Bekerja? Ini Ciri & Contohnya

Daftar Isi
Terima insight SDM terbaru, langsung via email mingguan
Newsletter

Dengan klik tombol Berlangganan, saya menyetujui untuk menerima email berita dan pemberitahuan dari Magnet Solusi Integra.

Ikuti akun media sosial resmi Magnet Solusi Integra
apa itu integritas dalam bekerja

Integritas dalam bekerja adalah komitmen seseorang untuk bertindak jujur, konsisten, dan bertanggung jawab dalam setiap tugas dan keputusan yang diambil.

Ini mencakup kepatuhan terhadap nilai-nilai etika, kejujuran dalam berkomunikasi, serta kesungguhan dalam menjalankan kewajiban tanpa mengorbankan prinsip moral.

Karyawan yang memiliki integritas tidak hanya dapat dipercaya oleh rekan kerja dan atasan, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan profesional.

Dengan integritas, seseorang menunjukkan dedikasi terhadap pekerjaannya, menjaga transparansi, dan menjunjung tinggi standar kerja yang berkualitas.

Baca Juga: Kamus Kompetensi: Jabatan, Teknis, & Manajerial!

apa itu integritas dalam bekerja

Apa Itu Integritas dalam Bekerja?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), integritas didefinisikan sebagai kualitas, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kejujuran dan keteguhan moral; keadaan yang utuh dan tidak terpecah-belah.

Dalam konteks dunia kerja, integritas mengacu pada sikap dan perilaku seseorang yang konsisten dalam menjalankan tugas serta tanggung jawabnya dengan menjunjung tinggi kejujuran, etika, dan prinsip moral.

Individu yang berintegritas tidak hanya bekerja sesuai aturan yang berlaku, tetapi juga bertindak dengan transparan, adil, dan dapat dipercaya dalam setiap situasi.

Oleh karena itu, integritas menjadi salah satu nilai utama yang menentukan kredibilitas serta profesionalisme seseorang dalam lingkungan kerja dan kehidupan bermasyarakat.

Integritas dalam bekerja adalah kualitas atau karakter seseorang yang mencerminkan kejujuran, tanggung jawab, dan konsistensi dalam menjalankan tugas serta berpegang teguh pada prinsip moral dan etika.

Seorang individu yang memiliki integritas akan selalu bekerja dengan jujur, tidak melakukan kecurangan, dan bertanggung jawab terhadap setiap tindakan yang dilakukan.

Dalam dunia kerja, integritas tidak hanya berkaitan dengan kejujuran, tetapi juga dengan disiplin, komitmen, serta keselarasan antara perkataan dan perbuatan.

Orang yang berintegritas tidak akan mengorbankan nilai-nilai moral demi keuntungan pribadi atau kepentingan jangka pendek.

Mereka cenderung membangun kepercayaan, baik di antara rekan kerja, atasan, maupun pelanggan atau klien.

Aspek-aspek Integritas dalam Bekerja

1. Kejujuran

Kejujuran merupakan aspek utama dari integritas.

Seorang individu yang jujur akan selalu berkata dan bertindak dengan kebenaran, tanpa memanipulasi informasi atau berbohong demi kepentingan pribadi.

Dalam lingkungan kerja, kejujuran mencerminkan sikap terbuka terhadap sesama rekan kerja, atasan, maupun pelanggan.

Misalnya, seorang manajer yang jujur tidak akan memberikan laporan palsu mengenai pencapaian perusahaan hanya untuk mendapatkan pujian atau promosi jabatan.

Selain itu, kejujuran juga berkaitan dengan transparansi dalam setiap aspek pekerjaan, seperti tidak menyembunyikan kesalahan atau informasi yang dapat memengaruhi keputusan bisnis.

2. Tanggung Jawab

Memiliki tanggung jawab berarti seseorang memahami dan menjalankan kewajibannya dengan baik, tanpa mencari alasan untuk menghindari tugas atau menyalahkan orang lain atas kesalahan yang terjadi.

Seorang pekerja yang bertanggung jawab akan menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu, dengan hasil yang optimal, serta siap menghadapi konsekuensi dari setiap tindakan yang diambil.

Sebagai contoh, seorang akuntan yang bertanggung jawab akan memastikan bahwa setiap laporan keuangan yang dibuatnya telah sesuai dengan standar yang berlaku dan tidak mengandung kesalahan yang disengaja.

Dengan sikap ini, seseorang akan lebih dihargai dan dipercaya dalam lingkungan kerja.

3. Kedisiplinan

Kedisiplinan menunjukkan konsistensi seseorang dalam menjalankan tugas dan mematuhi aturan yang telah ditetapkan.

Seorang individu yang berintegritas akan selalu menghormati waktu, datang tepat waktu ke kantor, menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat waktu, serta tidak menyalahgunakan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi.

Misalnya, seorang karyawan yang disiplin tidak akan menghabiskan waktu kerja dengan bersantai atau melakukan hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaannya.

Kedisiplinan juga mencerminkan sikap profesionalisme seseorang dalam bekerja, sehingga menciptakan efisiensi dan efektivitas dalam tim maupun perusahaan secara keseluruhan.

4. Komitmen terhadap Prinsip dan Etika

Dalam dunia kerja, banyak situasi yang dapat menggoda seseorang untuk melanggar prinsip moral dan etika, terutama ketika ada keuntungan pribadi yang bisa didapatkan.

Namun, individu yang memiliki integritas tinggi akan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai moral dan menolak segala bentuk tindakan yang tidak etis, seperti korupsi, kolusi, nepotisme, atau kecurangan lainnya.

Seorang pemimpin yang memiliki komitmen terhadap etika tidak akan membiarkan praktik-praktik tidak sehat berkembang di dalam organisasi, dan akan berani mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang melanggar aturan.

5. Konsistensi antara Perkataan dan Perbuatan

Integritas juga berarti bahwa seseorang tidak hanya berbicara mengenai prinsip dan nilai-nilai moral, tetapi juga menerapkannya dalam tindakan sehari-hari.

Konsistensi ini sangat penting karena mencerminkan kredibilitas seseorang di mata rekan kerja, atasan, maupun klien.

Sebagai contoh, seorang manajer yang selalu menekankan pentingnya kejujuran dalam bekerja harus bisa memberikan contoh nyata dengan tidak berbohong atau menutup-nutupi kesalahan yang terjadi di timnya.

Jika seseorang selalu mengatakan sesuatu tetapi bertindak sebaliknya, maka ia akan kehilangan kepercayaan dari orang-orang di sekitarnya.

Baca Juga: Promosi Karyawan: Definisi, SOP, & Form!

Manfaat Integritas dalam Dunia Kerja

1. Meningkatkan Kepercayaan dan Reputasi

Dalam dunia profesional, kepercayaan adalah salah satu aset terpenting yang harus dijaga.

Seorang karyawan yang dikenal memiliki integritas tinggi akan lebih dipercaya oleh rekan kerja, atasan, maupun klien.

Kepercayaan ini akan membuka lebih banyak peluang untuk mendapatkan tanggung jawab yang lebih besar serta promosi dalam karier.

Selain itu, perusahaan yang menjunjung tinggi integritas juga akan memiliki reputasi yang baik di mata masyarakat dan pelanggan.

2. Membangun Lingkungan Kerja yang Positif

Lingkungan kerja yang dipenuhi oleh individu yang berintegritas cenderung lebih sehat dan harmonis.

Tidak ada praktik kecurangan, manipulasi, atau persaingan tidak sehat yang dapat merusak suasana kerja.

Dengan demikian, karyawan dapat bekerja dengan lebih nyaman, termotivasi, dan produktif tanpa perlu khawatir akan tindakan tidak adil dari sesama rekan kerja atau atasan.

3. Meningkatkan Produktivitas

Ketika setiap individu bekerja dengan penuh integritas, maka akan tercipta sistem kerja yang lebih efisien dan efektif.

Tidak ada lagi waktu yang terbuang untuk mengurusi konflik internal akibat kurangnya transparansi atau kecurangan dalam pekerjaan.

Karyawan yang bekerja dengan integritas juga lebih fokus dalam menyelesaikan tugasnya, sehingga perusahaan dapat mencapai target dan tujuan bisnis dengan lebih optimal.

4. Mengurangi Risiko Hukum dan Masalah Etika

Perusahaan yang memiliki budaya kerja yang menjunjung tinggi integritas akan lebih terlindungi dari risiko hukum akibat praktik kecurangan atau pelanggaran etika.

Dengan menerapkan kebijakan yang transparan dan adil, perusahaan dapat menghindari masalah seperti tuntutan hukum, penyalahgunaan wewenang, atau korupsi yang dapat merusak reputasi bisnis mereka.

Cara Menerapkan Integritas dalam Bekerja

1. Bertindak Jujur dalam Segala Situasi

Kejujuran adalah aspek utama dari integritas.

Dalam dunia kerja, penting untuk selalu mengatakan yang sebenarnya dan tidak menyembunyikan informasi yang dapat berdampak pada keputusan atau operasional perusahaan.

Jujur tidak hanya dalam hal besar, tetapi juga dalam hal kecil, seperti mengakui kesalahan, tidak melebih-lebihkan pencapaian, dan tidak memanipulasi data atau laporan untuk kepentingan pribadi.

2. Menepati Janji dan Komitmen

Ketika seseorang berjanji untuk menyelesaikan suatu tugas atau proyek dalam waktu tertentu, ia harus memastikan bahwa janji tersebut dipenuhi.

Jika ada hambatan yang membuat janji tersebut sulit untuk direalisasikan, maka komunikasi yang transparan harus dilakukan agar pihak terkait mengetahui keadaan sebenarnya.

Mengingkari janji dapat merusak kepercayaan yang telah dibangun dengan rekan kerja, atasan, atau klien.

3. Menghormati Aturan dan Kebijakan Perusahaan

Setiap perusahaan memiliki aturan dan kebijakan yang telah ditetapkan untuk memastikan operasional berjalan dengan baik.

Mematuhi peraturan perusahaan, mulai dari jam kerja, penggunaan sumber daya perusahaan, hingga kebijakan terkait etika dan kepatuhan hukum, adalah salah satu bentuk integritas.

Karyawan yang berintegritas tidak akan mencari celah untuk melanggar aturan hanya demi keuntungan pribadi.

4. Bertanggung Jawab atas Kesalahan

Setiap orang bisa melakukan kesalahan dalam bekerja, tetapi yang membedakan individu yang berintegritas adalah kesediaannya untuk mengakui dan memperbaiki kesalahan tersebut.

Menghindari tanggung jawab atau menyalahkan orang lain tidak hanya merusak reputasi, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang tidak sehat.

Dengan mengakui kesalahan dan berusaha memperbaikinya, seseorang menunjukkan profesionalisme dan dedikasi dalam bekerja.

5. Menjaga Profesionalisme dalam Berinteraksi dengan Orang Lain

Integritas dalam bekerja tidak hanya terkait dengan tugas dan tanggung jawab individu, tetapi juga mencerminkan bagaimana seseorang berinteraksi dengan rekan kerja, atasan, bawahan, dan pelanggan.

Menghormati orang lain, menjaga komunikasi yang baik, dan tidak terlibat dalam gosip atau konflik yang tidak perlu adalah cara untuk membangun lingkungan kerja yang harmonis dan profesional.

6. Berani Menolak Hal yang Tidak Etis

Tidak jarang dalam dunia kerja seseorang dihadapkan pada situasi yang menuntutnya untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan nilai moral dan etika.

Dalam situasi seperti ini, individu yang berintegritas akan berani berkata “tidak” dan menolak terlibat dalam praktik yang tidak benar, seperti manipulasi laporan, suap, atau penyalahgunaan wewenang.

Meskipun menolak sesuatu yang tidak etis mungkin membawa konsekuensi tertentu, namun dalam jangka panjang, sikap ini akan membangun kredibilitas dan kepercayaan.

7. Bersikap Transparan dalam Pengambilan Keputusan

Transparansi adalah elemen penting dalam menjaga integritas, terutama bagi mereka yang berada di posisi kepemimpinan.

Seorang pemimpin yang transparan akan selalu memberikan alasan yang jelas di balik setiap keputusan yang diambil, serta tidak menyembunyikan informasi yang penting bagi tim atau perusahaan.

Keputusan yang dibuat secara transparan dan adil akan memperkuat kepercayaan dalam organisasi.

8. Menghindari Konflik Kepentingan

Dalam bekerja, sering kali muncul situasi di mana ada kemungkinan terjadi konflik kepentingan, misalnya ketika seseorang harus memilih antara kepentingan pribadi dan kepentingan perusahaan.

Individu yang memiliki integritas akan selalu menempatkan kepentingan perusahaan di atas kepentingan pribadi dan tidak akan mengambil keputusan yang dapat merugikan organisasi demi keuntungan diri sendiri atau kelompok tertentu.

9. Tidak Menyalahgunakan Wewenang dan Sumber Daya Perusahaan

Integritas juga berkaitan dengan bagaimana seseorang menggunakan fasilitas dan wewenang yang diberikan kepadanya.

Menggunakan aset perusahaan untuk kepentingan pribadi, seperti mencuri waktu kerja, menyalahgunakan dana perusahaan, atau menggunakan informasi rahasia untuk kepentingan sendiri, adalah tindakan yang bertentangan dengan prinsip integritas.

Setiap karyawan atau pemimpin harus memastikan bahwa mereka menggunakan wewenang dan sumber daya yang diberikan dengan bertanggung jawab dan sesuai dengan tujuan organisasi.

10. Konsisten dalam Perilaku dan Nilai Moral

Konsistensi adalah kunci dalam menunjukkan integritas.

Tidak cukup hanya berbicara tentang nilai-nilai moral dan etika jika dalam praktiknya tindakan seseorang bertentangan dengan perkataannya.

Orang yang berintegritas selalu bersikap konsisten dalam setiap aspek pekerjaannya, baik dalam situasi yang menguntungkan maupun yang sulit.

Dengan demikian, mereka akan dikenal sebagai individu yang dapat diandalkan dan dipercaya.

Baca Juga: Metode Assessment Centre Apa Saja? Ini Lengkapnya!

Tujuan Integritas dalam Bekerja

Integritas dalam bekerja memiliki tujuan utama untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, profesional, dan dapat dipercaya.

Dengan menerapkan integritas, individu dan organisasi dapat mencapai kesuksesan jangka panjang dengan cara yang etis dan bertanggung jawab.

Berikut beberapa tujuan utama dari integritas dalam bekerja:

1. Membangun Kepercayaan dan Kredibilitas

Salah satu tujuan utama dari integritas dalam bekerja adalah membangun kepercayaan antara individu, rekan kerja, atasan, dan klien.

Seseorang yang selalu jujur dan bertanggung jawab akan lebih mudah dipercaya, sehingga dapat menjalin hubungan kerja yang baik dan profesional.

Kepercayaan ini juga berdampak pada kredibilitas seseorang atau perusahaan dalam industri tempat mereka beroperasi.

2. Menciptakan Lingkungan Kerja yang Positif dan Profesional

Ketika semua individu dalam suatu organisasi menerapkan integritas, maka lingkungan kerja akan menjadi lebih nyaman, harmonis, dan produktif.

Tidak ada praktik kecurangan, manipulasi, atau konflik yang disebabkan oleh ketidakjujuran.

Hal ini menciptakan budaya kerja yang sehat dan meningkatkan semangat serta kepuasan kerja karyawan.

3. Meningkatkan Produktivitas dan Efisiensi

Dengan adanya integritas, setiap individu akan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan penuh kesadaran dan tanpa penyimpangan.

Hal ini meningkatkan produktivitas karena semua orang bekerja dengan tujuan yang jelas dan tidak perlu menghabiskan waktu untuk menyelesaikan masalah akibat ketidakjujuran atau penyalahgunaan wewenang.

4. Menghindari Konflik dan Penyalahgunaan Wewenang

Integritas membantu mencegah munculnya konflik yang disebabkan oleh perilaku tidak etis, seperti favoritisme, korupsi, atau penyelewengan jabatan.

Dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran dan tanggung jawab, perusahaan dapat menciptakan sistem yang adil bagi semua karyawan, sehingga tidak ada ketidakpuasan yang berujung pada konflik internal.

5. Menjaga Reputasi dan Citra Perusahaan

Bagi sebuah perusahaan, menjaga reputasi adalah hal yang sangat penting.

Organisasi yang dikenal memiliki budaya kerja yang penuh integritas akan lebih dihormati oleh pelanggan, mitra bisnis, dan masyarakat luas.

Reputasi yang baik akan membawa manfaat jangka panjang, termasuk meningkatkan loyalitas pelanggan serta menarik lebih banyak talenta berkualitas untuk bergabung dalam perusahaan.

6. Mendukung Keberlanjutan Karier dan Bisnis

Dalam jangka panjang, integritas berperan penting dalam keberlanjutan karier individu maupun keberhasilan suatu organisasi.

Seorang profesional yang memiliki reputasi baik akan lebih mudah mendapatkan peluang kerja yang lebih baik, sementara perusahaan yang menjunjung tinggi integritas akan lebih mudah berkembang dan bertahan dalam persaingan bisnis.

7. Menghindari Risiko Hukum dan Etika

Banyak perusahaan yang mengalami masalah hukum akibat kurangnya integritas dalam operasionalnya, seperti praktik suap, manipulasi keuangan, atau pelanggaran hak karyawan.

Dengan menerapkan integritas, risiko hukum dapat diminimalkan, sehingga perusahaan dapat beroperasi dengan aman dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

8. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan dan Keunggulan Kompetitif

Integritas tidak hanya berdampak pada hubungan internal dalam organisasi, tetapi juga pada kepuasan pelanggan.

Perusahaan yang dikenal jujur dan transparan akan lebih dipercaya oleh konsumen, yang pada akhirnya meningkatkan loyalitas mereka.

Hal ini juga memberikan keunggulan kompetitif di pasar, karena pelanggan cenderung memilih bisnis yang memiliki reputasi baik.

Contoh Integritas dalam Bekerja

Integritas dalam bekerja dapat dilihat dari berbagai tindakan nyata yang mencerminkan kejujuran, tanggung jawab, dan profesionalisme.

Berikut adalah beberapa contoh penerapan integritas di lingkungan kerja:

1. Menepati Janji dan Tenggat Waktu

Dalam dunia kerja, banyak tugas dan proyek yang memiliki tenggat waktu tertentu yang harus dipatuhi.

Seorang karyawan yang memiliki integritas akan selalu berusaha untuk menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu, tanpa harus diingatkan atau ditegur oleh atasan.

Jika menemui kendala yang membuatnya tidak dapat menyelesaikan tugas sesuai jadwal, ia akan segera menginformasikan kepada pihak terkait dan berusaha mencari solusi agar pekerjaan tetap bisa diselesaikan secepat mungkin.

Konsistensi dalam menepati janji dan tenggat waktu akan meningkatkan kepercayaan dari rekan kerja dan atasan.

2. Bekerja dengan Jujur dan Tidak Curang

Kejujuran adalah inti dari integritas dalam bekerja.

Seorang pekerja yang berintegritas tidak akan memanipulasi data, memalsukan laporan, atau melakukan tindakan curang lainnya demi keuntungan pribadi atau kelompok tertentu.

Ia akan memberikan informasi yang benar dan transparan, baik kepada rekan kerja maupun kepada pelanggan.

Selain itu, ia juga tidak akan mencuri ide atau mengambil kredit atas hasil kerja orang lain.

Kejujuran dalam bekerja akan membangun kredibilitas yang kuat, baik di dalam maupun di luar perusahaan.

3. Mengakui Kesalahan dan Belajar dari Pengalaman

Tidak ada manusia yang sempurna, dan kesalahan dalam bekerja adalah hal yang wajar.

Namun, seseorang yang memiliki integritas akan mengakui kesalahannya tanpa mencoba mencari alasan atau menyalahkan orang lain.

Ia akan bertanggung jawab atas dampak dari kesalahan tersebut dan berusaha memperbaikinya sebaik mungkin.

Selain itu, ia juga akan menjadikan pengalaman tersebut sebagai pembelajaran agar tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan.

Sikap ini akan menunjukkan bahwa ia adalah pribadi yang profesional dan memiliki komitmen tinggi terhadap pekerjaannya.

4. Menghormati Privasi dan Kerahasiaan Informasi

Dalam lingkungan kerja, sering kali seseorang memiliki akses ke informasi sensitif yang tidak boleh disebarluaskan.

Karyawan yang berintegritas tidak akan membocorkan informasi rahasia perusahaan, baik kepada pihak eksternal maupun kepada rekan kerja yang tidak berkepentingan.

Misalnya, seorang karyawan yang bekerja di bidang keuangan harus menjaga kerahasiaan laporan keuangan perusahaan agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Menjaga privasi dan informasi rahasia menunjukkan profesionalisme dan loyalitas terhadap perusahaan.

5. Tidak Menyalahgunakan Wewenang atau Fasilitas Perusahaan

Setiap perusahaan menyediakan berbagai fasilitas, seperti kendaraan dinas, alat kantor, dan akses ke sumber daya tertentu, untuk mendukung pekerjaan karyawan.

Seorang karyawan yang memiliki integritas akan menggunakan fasilitas tersebut dengan penuh tanggung jawab dan hanya untuk keperluan pekerjaan.

Ia tidak akan menggunakan kendaraan dinas untuk keperluan pribadi tanpa izin atau memanfaatkan anggaran perusahaan untuk kepentingan di luar tugasnya.

Dengan tidak menyalahgunakan wewenang dan fasilitas perusahaan, seseorang menunjukkan bahwa ia dapat dipercaya dan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi.

Ciri-Ciri Integritas dalam Bekerja

Individu yang memiliki integritas dalam bekerja dapat dikenali melalui beberapa ciri utama, di antaranya:

1. Jujur dan Transparan

Kejujuran dalam bekerja berarti selalu mengatakan kebenaran, tidak menyembunyikan informasi penting, dan tidak memanipulasi fakta untuk keuntungan pribadi.

Transparansi juga penting dalam pengambilan keputusan, terutama bagi pemimpin atau manajer.

Mereka yang memiliki integritas akan selalu terbuka mengenai kebijakan, alasan di balik keputusan tertentu, serta dampak yang diharapkan.

Sikap ini menciptakan lingkungan kerja yang penuh kepercayaan dan keterbukaan.

2. Bertanggung Jawab atas Tugas dan Kesalahan

Seorang karyawan yang memiliki integritas tidak hanya menyelesaikan pekerjaannya dengan baik, tetapi juga siap menerima konsekuensi jika terjadi kesalahan.

Ia tidak akan mencoba menyalahkan pihak lain atau mencari alasan untuk menghindari tanggung jawab.

Sebaliknya, ia akan fokus mencari solusi dan memastikan bahwa kesalahan tersebut tidak terjadi lagi.

3. Menepati Janji dan Komitmen

Integritas dalam bekerja tercermin dalam kemampuan seseorang untuk memenuhi janji yang telah dibuat.

Jika seseorang berjanji untuk menyelesaikan tugas dalam waktu tertentu atau berkomitmen untuk menghadiri suatu pertemuan, maka ia akan berusaha keras untuk menepatinya.

Karyawan yang sering mengingkari janji akan kehilangan kepercayaan dari rekan kerja dan atasan.

4. Menghormati Orang Lain

Sikap menghormati orang lain sangat penting dalam lingkungan kerja.

Individu yang memiliki integritas tidak hanya memperlakukan atasan dengan hormat, tetapi juga menghormati rekan kerja dan bawahan.

Ia tidak akan berbicara kasar, meremehkan orang lain, atau melakukan tindakan yang merugikan orang lain.

5. Konsisten dalam Perilaku dan Nilai Moral

Integritas tidak hanya dilakukan sesekali, tetapi harus menjadi bagian dari kepribadian seseorang.

Orang yang berintegritas akan selalu bertindak sesuai dengan nilai-nilai moralnya, terlepas dari situasi atau tekanan yang dihadapinya.

Konsistensi ini mencerminkan karakter yang kuat dan dapat diandalkan.

apa itu integritas dalam bekerja

Apakah tim Anda memiliki integritas tinggi yang dibutuhkan untuk membangun bisnis yang sukses?

Assessment Centre dari Magnet Solusi Integra membantu menilai kompetensi dan integritas karyawan secara objektif melalui simulasi kerja, wawancara berbobot, dan tes psikologi.

Dengan tim yang jujur dan bertanggung jawab, perusahaan Anda akan lebih kuat dan terpercaya.

Klik gambar di atas atau tombol di bawah untuk konsultasi atau booking meeting gratis!👇

Picture of Dra. I. Novianingtyastuti, M.M., Psikolog  <strong>CEO</strong>
Dra. I. Novianingtyastuti, M.M., Psikolog CEO

Praktisi HR dengan pengalaman lebih dari 20+ tahun di bidang rekrutmen dan pengembangan SDM.

Artikel terbaru
Komentar

Comments are closed.

Bangun SDM Unggul dan Adaptif Secara Tepat Sasaran

Melalui solusi #ElevatingPeopleEmpoweringBusiness, konsultasikan secara gratis bagaimana program kami dapat membantu tim dan perusahaan Anda tumbuh lebih cepat.

Pelajari Arah Transformasi Pengelolaan SDM untuk Penguatan Kinerja Organisasi
Dokumen ini membantu memahami dinamika pengelolaan SDM, budaya organisasi, dan penguatan kapabilitas insan dalam mendukung kinerja organisasi.