Sebuah perusahaan tidak hanya dibangun oleh ide besar dan modal kerja, tetapi juga oleh struktur yang mengatur siapa melakukan apa, kapan, dan dalam konteks seperti apa. Dalam diskusi-diskusi ruang rapat di balik keputusan ekspansi, restrukturisasi, bahkan PHK terselip satu benang merah yang kerap diabaikan: jabatan.
Di satu perusahaan rintisan yang sedang naik daun di Bandung, masalah ini menjadi nyata. Pertumbuhan tim yang pesat tidak diikuti dengan pembaruan struktur jabatan. Akibatnya, beberapa karyawan melaporkan kepada dua atasan berbeda, keputusan strategis terlambat dieksekusi karena tidak jelas siapa yang berwenang, dan banyak talenta merasa tidak punya arah karier. Situasi ini membuat manajemen sadar, bahwa mendesain jabatan bukan soal formalitas, tapi keharusan yang menyangkut efisiensi dan kelangsungan bisnis.
Baca Juga: Susunan Jabatan Dalam Perusahaan Berbagai Industri

Apa Itu Jabatan dalam Perusahaan?
Jabatan dalam perusahaan mengacu pada posisi formal yang dimiliki seseorang dalam struktur organisasi. Jabatan mencerminkan tugas, tanggung jawab, kewenangan, dan peran seseorang dalam proses kerja. Dalam konteks organisasi bisnis, jabatan bisa merentang dari yang paling strategis di puncak struktur seperti Chief Executive Officer (CEO) hingga ke posisi operasional di lapangan seperti technician atau customer service.
Jabatan tidak hanya menetapkan siapa mengerjakan apa, tapi juga mengatur alur komunikasi dan komando. Dengan kata lain, jabatan menciptakan ketertiban dalam dinamika organisasi, menjadikan arah perusahaan lebih jelas, dan membantu setiap individu memahami ruang kontribusinya.
Mengapa Struktur Jabatan Penting dalam Organisasi
Struktur jabatan bukan hanya formalitas administratif, tetapi jantung dari efisiensi dan kejelasan organisasi. Tanpa jabatan yang jelas, perusahaan akan berhadapan dengan tumpang tindih wewenang, konflik tanggung jawab, hingga menurunnya motivasi kerja karena kebingungan akan peran masing-masing.
Struktur jabatan membantu dalam:
1. Menetapkan Rantai Komando
Dalam sebuah organisasi, penting untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas keputusan tertentu. Jabatan seperti manager, supervisor, atau department head mencerminkan lapisan komando yang jelas, memastikan koordinasi dan eksekusi berjalan efektif.
2. Menyusun Jalur Karier
Dengan struktur jabatan yang tertata, perusahaan dapat merancang jalur karier (career path) yang transparan dan terukur. Karyawan menjadi tahu bagaimana mereka bisa berkembang dari satu posisi ke posisi berikutnya dari staff ke senior, kemudian ke lead, dan seterusnya.
3. Memudahkan Rekrutmen dan Evaluasi
Ketika sebuah jabatan sudah memiliki deskripsi kerja (job description) dan spesifikasi kompetensi yang jelas, proses rekrutmen menjadi lebih akurat dan objektif. Hal yang sama berlaku untuk evaluasi kinerja: jabatan menjadi dasar untuk menilai kontribusi berdasarkan peran yang dimiliki.
4. Meningkatkan Akuntabilitas
Setiap jabatan membawa beban tanggung jawab. Dengan menetapkan jabatan secara formal, perusahaan menegaskan siapa yang bertanggung jawab jika terjadi kesalahan, siapa yang wajib menindaklanjuti solusi, dan siapa yang memimpin perubahan.
Jenis-Jenis Jabatan dalam Perusahaan
Dalam struktur organisasi modern, jabatan terbagi dalam beberapa kategori besar yang menggambarkan tingkat pengaruh, kewenangan, dan spesialisasi.
1. Jabatan Eksekutif
Jabatan ini berada di tingkat tertinggi dan bertanggung jawab terhadap arah strategis organisasi. Beberapa contoh antara lain CEO (Chief Executive Officer), CFO (Chief Financial Officer), COO (Chief Operating Officer), dan CMO (Chief Marketing Officer). Para eksekutif inilah yang menggerakkan visi dan misi perusahaan.
2. Jabatan Manajerial
Posisi manajerial bertanggung jawab atas pengelolaan tim, pengambilan keputusan operasional, serta penyusunan target dan performance indicator. Contoh: Marketing Manager, HR Manager, Finance Manager. Jabatan ini menjadi jembatan antara kebijakan strategis dan pelaksanaan di lapangan.
3. Jabatan Supervisi
Jabatan supervisi berada satu tingkat di bawah manajer. Mereka bertugas mengawasi kegiatan harian tim operasional, memastikan prosedur dijalankan dengan benar, serta memberikan feedback langsung terhadap anggota tim. Misalnya: Sales Supervisor, Production Supervisor.
4. Jabatan Fungsional atau Teknis
Jabatan ini fokus pada eksekusi kerja berdasarkan keahlian khusus. Contohnya Graphic Designer, Data Analyst, Software Engineer, atau Content Writer. Peran mereka adalah motor penggerak dari eksekusi tugas-tugas utama perusahaan.
5. Jabatan Operasional dan Administratif
Merupakan jabatan yang mendukung kelancaran kegiatan harian perusahaan, seperti Admin Officer, Customer Service, Receptionist, hingga Office Boy. Walaupun sering dianggap sebagai jabatan paling dasar, peran ini vital agar roda organisasi tetap berjalan.
Baca Juga: Pengertian Dan Jenis Evaluasi Jabatan Karyawan
Urutan Jabatan dalam Perusahaan
Dalam dunia organisasi modern, urutan jabatan tidak hanya menunjukkan siapa yang memiliki otoritas lebih tinggi, tetapi juga menggambarkan struktur pengambilan keputusan, distribusi tanggung jawab, dan arah komunikasi internal. Memahami urutan ini penting tidak hanya bagi manajemen, tetapi juga bagi seluruh karyawan agar mereka tahu bagaimana menjalankan peran secara efektif dalam konteks yang lebih besar.
Pada dasarnya, urutan jabatan dalam perusahaan disusun secara hirarkis dari tingkat strategis tertinggi hingga pelaksana operasional. Berikut penjelasan tiap tingkatannya secara menyeluruh:
Tingkat Eksekutif
Level ini berada di puncak struktur organisasi dan bertanggung jawab atas keputusan strategis jangka panjang. Mereka merumuskan visi dan misi perusahaan, menetapkan arah bisnis, dan mewakili perusahaan dalam forum eksternal.
Chief Executive Officer (CEO)
CEO adalah pemimpin tertinggi dalam perusahaan yang memegang otoritas strategis dan operasional utama. Ia bertugas merumuskan arah perusahaan, memastikan seluruh divisi berjalan selaras dengan visi, dan menjadi wajah organisasi dalam urusan eksternal.
Chief Financial Officer (CFO)
CFO bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan strategis perusahaan. Ia memastikan laporan keuangan akurat, mengelola arus kas, merancang kebijakan investasi, dan menjadi pengarah dalam keputusan yang berdampak finansial.
Chief Operating Officer (COO)
COO mengatur dan mengawasi kegiatan operasional sehari-hari di semua divisi. Tugasnya adalah memastikan efisiensi proses, menghilangkan hambatan operasional, serta menjembatani strategi dan pelaksanaan kerja.
Chief Technology Officer (CTO)
CTO memimpin inovasi teknologi dalam perusahaan. Ia bertanggung jawab atas pengembangan sistem digital, keamanan informasi, dan arah transformasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan pasar dan efisiensi internal.
Tingkat Manajerial Senior
Setingkat di bawah eksekutif, terdapat kelompok manajerial senior yang bertugas menjabarkan kebijakan strategis ke dalam rencana kerja departemen atau divisi. Mereka adalah pengambil keputusan utama di level fungsi, misalnya pemasaran, sumber daya manusia, atau produksi.
General Manager (GM)
GM mengelola satu unit bisnis atau area operasional dengan tanggung jawab menyeluruh. Ia menjembatani strategi pusat dengan pelaksanaan di lapangan.
Head of Department
Pemimpin departemen seperti Head of Marketing atau Head of HR bertugas mengatur strategi spesifik departemennya agar sejalan dengan rencana perusahaan.
Senior Manager
Senior Manager mengepalai divisi besar atau beberapa unit yang saling terkait. Mereka sering terlibat dalam koordinasi lintas fungsi.
Tingkat Manajerial Menengah
Jabatan pada level ini mengelola tim-tim kerja dalam satu bidang tertentu. Mereka mengawasi implementasi harian dari rencana departemen, mengelola tim langsung, dan berperan aktif dalam pengambilan keputusan operasional.
Manager
Seorang Manager bertanggung jawab atas target harian, pengelolaan anggaran divisi, serta pengawasan tim dalam menjalankan proyek atau program.
Assistant Manager
Assistant Manager mendukung tugas-tugas strategis dan administratif manajer, sekaligus bertindak sebagai pelaksana jika manajer tidak hadir.
Tingkat Supervisi
Level ini berada tepat di atas tim pelaksana. Mereka bertanggung jawab mengawasi kegiatan harian, mengevaluasi produktivitas tim, serta memastikan standar kerja terpenuhi.
Supervisor
Supervisor memiliki tugas mengontrol jalannya pekerjaan di unit kerja tertentu. Ia memastikan SOP dijalankan dan hasil kerja sesuai standar yang ditetapkan.
Team Leader
Team Leader memimpin kelompok kecil dalam proyek-proyek tertentu. Ia adalah penghubung antara supervisor dan pelaksana tugas.
Tingkat Pelaksana
Inilah lapisan paling luas dan mendalam dalam organisasi: karyawan yang langsung mengeksekusi tugas-tugas fungsional sesuai bidangnya. Mereka merupakan tenaga kerja inti dalam operasional harian.
Staff
Finance Staff, Marketing Officer, atau Admin Officer termasuk dalam kategori ini. Mereka menjalankan pekerjaan teknis yang spesifik sesuai bidang keahliannya.
Operator
Operator berada di lini produksi atau layanan teknis. Mereka menjalankan mesin, memproses barang, atau menangani sistem operasional secara langsung.
Customer Service
Sebagai garda depan perusahaan, jabatan ini berfungsi melayani pertanyaan dan keluhan pelanggan dengan pendekatan solutif dan komunikatif.
Tingkat Pendukung dan Fasilitatif
Beberapa jabatan tidak terlibat langsung dalam operasional inti, tetapi mendukung keberlangsungan aktivitas harian. Meski secara struktural sering dianggap “non-strategis”, fungsi mereka sangat menentukan kenyamanan dan efisiensi organisasi.
Office Boy
Bertugas menjaga kebersihan, membantu kegiatan operasional ringan, dan memastikan lingkungan kerja tetap kondusif.
Cleaning Service
Jabatan ini berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang higienis dan nyaman, terutama di perusahaan yang beroperasi secara fisik.
Security
Petugas keamanan menjaga aset perusahaan serta menciptakan rasa aman bagi seluruh karyawan dan pengunjung.
Strategi Menyusun Struktur Jabatan secara Efektif
Menyusun jabatan bukan sekadar menyalin struktur dari perusahaan lain. Setiap organisasi memiliki karakteristik unik yang harus tercermin dalam struktur jabatannya.
1. Analisis Tugas dan Proses
Langkah awal adalah memahami alur kerja di perusahaan. Apa saja fungsi utamanya? Siapa saja yang terlibat? Apa saja yang perlu dikelola? Dari sinilah muncul jabatan-jabatan berdasarkan beban kerja dan kebutuhan.
2. Tentukan Hirarki dan Kewenangan
Hindari struktur datar tanpa kejelasan rantai komando. Tetapkan siapa yang memimpin siapa, siapa yang mengambil keputusan, dan siapa yang bertanggung jawab pada level tertentu.
3. Buat Deskripsi Jabatan (Job Description)
Setiap jabatan harus memiliki uraian yang jelas mengenai tanggung jawab, wewenang, indikator keberhasilan, dan kompetensi yang dibutuhkan. Ini bukan hanya penting untuk rekrutmen, tetapi juga pengembangan SDM dan penilaian kinerja.
4. Pertimbangkan Fleksibilitas dan Pertumbuhan
Struktur jabatan harus cukup fleksibel untuk menghadapi perubahan. Jangan buat struktur yang terlalu kaku hingga menyulitkan adaptasi ketika perusahaan berkembang atau melakukan transformasi digital.
Jabatan dalam Perusahaan PT
Struktur organisasi dalam perusahaan bisa sangat bervariasi tergantung skala dan bidang usahanya. Namun, bagi perusahaan berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT), struktur jabatan tidak hanya diatur secara manajerial, tetapi juga tunduk pada ketentuan hukum yang ditetapkan dalam perundang-undangan Indonesia.
PT bukan sekadar bentuk perusahaan dagang. Ia adalah entitas hukum yang memiliki pemisahan antara kepemilikan (pemegang saham) dan pengelolaan (direksi dan komisaris). Maka, jabatan-jabatan di dalamnya tidak hanya memiliki beban operasional, tetapi juga konsekuensi yuridis. Oleh karena itu, memahami struktur jabatan dalam PT menjadi penting baik bagi pemilik usaha yang ingin membentuk PT, maupun bagi profesional yang bekerja di dalamnya.
Struktur Dasar Jabatan dalam PT Berdasarkan Hukum
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, struktur minimal dalam sebuah PT terdiri dari tiga organ utama: Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Direksi, dan Dewan Komisaris. Masing-masing organ ini memiliki jabatannya sendiri yang diatur secara formal dan tidak dapat diabaikan dalam pengelolaan perusahaan berbadan hukum.
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
RUPS merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam struktur PT. Para pemegang saham berkumpul dalam RUPS untuk menentukan arah dan kebijakan besar perusahaan, termasuk pengangkatan dan pemberhentian direksi dan komisaris, pengesahan laporan keuangan, serta keputusan strategis lainnya.
Dalam RUPS, tidak ada jabatan yang bersifat permanen, tetapi ada posisi-posisi administratif seperti:
Ketua RUPS
Berperan memimpin jalannya rapat dan memastikan agenda dibahas secara tertib.
Notulen Rapat
Menulis dan mendokumentasikan seluruh hasil RUPS yang nantinya menjadi bagian dari arsip hukum perusahaan.
RUPS merupakan titik awal dari proses pengambilan keputusan strategis yang akan dijalankan oleh direksi dan diawasi oleh dewan komisaris.
Direksi
Direksi adalah organ yang bertanggung jawab penuh atas pengelolaan dan jalannya operasional perusahaan sehari-hari. Direksi bertugas menjalankan visi dan kebijakan yang telah ditetapkan oleh RUPS.
Beberapa jabatan umum dalam struktur direksi PT meliputi:
Direktur Utama
Merupakan jabatan tertinggi dalam direksi. Ia memimpin seluruh kegiatan perusahaan, menandatangani perjanjian penting, dan mewakili perusahaan secara hukum ke pihak luar.
Direktur Operasional
Bertanggung jawab atas efisiensi proses bisnis dan produksi, memastikan target operasional tercapai sesuai standar mutu.
Direktur Keuangan
Mengelola arus kas, laporan keuangan, penganggaran, serta kepatuhan terhadap kewajiban pajak dan regulasi keuangan lainnya.
Direktur Pemasaran
Mengarahkan strategi pemasaran, hubungan pelanggan, branding, dan peningkatan volume penjualan.
Setiap direktur bisa berdiri sendiri atau dibantu oleh manajer dalam pelaksanaan teknisnya. PT dengan skala besar sering kali memiliki beberapa direktur yang masing-masing fokus pada bidang tertentu.
Dewan Komisaris
Dewan Komisaris bertugas mengawasi kinerja Direksi dan memastikan pengelolaan perusahaan berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik (good corporate governance). Jabatan ini tidak mengelola langsung operasional perusahaan, tetapi memiliki hak untuk memberi nasihat dan laporan pengawasan ke RUPS.
Beberapa jabatan dalam dewan komisaris mencakup:
Komisaris Utama
Memimpin dewan komisaris dan memastikan fungsi pengawasan berjalan efektif. Komisaris Utama sering kali mewakili pemegang saham mayoritas dalam pengambilan keputusan strategis.
Komisaris Independen
Berfungsi sebagai pengawas yang berasal dari luar perusahaan, tidak terafiliasi dengan pemegang saham atau manajemen, untuk menjamin objektivitas pengawasan dan pengambilan keputusan.
Jabatan Teknis dan Operasional di Bawah Direksi
Di bawah jajaran direksi, terdapat struktur jabatan teknis yang mendukung pelaksanaan operasional perusahaan. Struktur ini lebih fleksibel dan disesuaikan dengan model bisnis masing-masing PT, tetapi secara umum mengikuti hirarki manajerial seperti:
General Manager (GM)
Mengelola satu unit bisnis besar atau divisi strategis dan menjadi penghubung langsung antara direksi dan manajer operasional.
Manager
Mengelola tim dalam satu departemen, seperti keuangan, SDM, produksi, atau pemasaran.
Supervisor dan Staff
Berada di garis pelaksana. Mereka bekerja berdasarkan kebijakan dan target yang telah ditetapkan manajemen, dan menjadi representasi perusahaan dalam kegiatan harian.
Struktur ini bisa berbeda-beda antara PT skala kecil, menengah, dan besar. Namun, seluruh jabatan tersebut tetap berada dalam kerangka tanggung jawab yang harus mempertanggungjawabkan kinerja ke pihak direksi atau manajemen puncak.
Jabatan dalam Perusahaan CV
Jika Perseroan Terbatas (PT) dikenal sebagai badan hukum yang kompleks dengan jabatan yang diatur secara ketat dalam undang-undang, maka perusahaan berbentuk CV (Commanditaire Vennootschap) cenderung lebih sederhana. Namun, justru karena kesederhanaan inilah, banyak pelaku usaha sering kali abai dalam menyusun struktur jabatan yang jelas di dalamnya.
CV bukanlah badan hukum, melainkan bentuk badan usaha persekutuan komanditer, di mana ada pemilik modal yang tidak ikut campur urusan operasional, dan ada pengelola usaha yang menjalankan kegiatan bisnis sehari-hari. Jabatan dalam CV pun terbagi mengikuti prinsip ini: siapa yang menyetor modal, dan siapa yang menjalankan usaha.
Meski tidak diatur seketat PT, struktur jabatan dalam CV tetap krusial untuk menjaga kelancaran usaha, membangun kepercayaan pelanggan, dan menciptakan transparansi di antara mitra usaha.
Struktur Jabatan Utama dalam Perusahaan CV
Dalam CV, terdapat dua jenis sekutu (pemilik usaha), yaitu sekutu aktif dan sekutu pasif. Pembagian ini menjadi dasar dari struktur jabatan yang terbentuk secara fungsional dan manajerial.
Sekutu Aktif (Komplementer)
Sekutu aktif adalah pihak yang menjalankan operasional perusahaan sehari-hari. Ia bertanggung jawab penuh atas segala aktivitas bisnis dan memiliki kewenangan menandatangani kontrak, membuat keputusan, serta mengelola keuangan perusahaan.
Direktur/Pengelola CV
Walaupun secara hukum tidak disebut sebagai direktur seperti dalam PT, jabatan setara ini biasanya digunakan secara administratif. Pengelola CV bertindak sebagai pemimpin operasional, mengambil keputusan bisnis, membina hubungan dengan klien, dan mengatur strategi pemasaran.
Dalam praktiknya, pengelola CV juga bisa disebut dengan jabatan:
- Pimpinan
- Manajer Umum
- Direktur Operasional
Nama jabatan ini bisa disesuaikan selama tidak melanggar etika administrasi dan tidak menimbulkan kebingungan dengan jabatan formal dalam PT.
Sekutu Pasif (Komanditer)
Sekutu pasif adalah pemilik modal yang tidak terlibat dalam kegiatan operasional sehari-hari. Ia hanya menyetor sejumlah dana dan mendapatkan bagian keuntungan sesuai perjanjian yang disepakati di awal.
Komisaris (Sebutan Tidak Resmi)
Beberapa CV menggunakan istilah “komisaris” sebagai gelar kehormatan atau representasi dari sekutu pasif. Namun perlu dicatat bahwa dalam hukum, jabatan “komisaris” secara formal hanya diakui dalam PT. Dalam CV, sekutu pasif tidak memiliki hak untuk mencampuri urusan manajerial.
Jabatan Operasional Tambahan dalam CV
Untuk kelangsungan kegiatan usaha yang profesional dan terstruktur, CV juga dapat menunjuk karyawan atau mitra kerja dengan jabatan yang serupa seperti dalam perusahaan lain. Hal ini terutama berlaku untuk CV berskala menengah atau besar.
Manajer
Dalam CV yang berkembang, jabatan manajer ditugaskan untuk mengelola fungsi tertentu seperti keuangan, produksi, pemasaran, atau sumber daya manusia. Manajer bekerja langsung di bawah pengelola CV dan berperan sebagai penghubung dengan tim pelaksana.
Supervisor
Supervisor membantu pengawasan terhadap pekerjaan teknis atau pelaksanaan proyek harian. Jabatan ini sangat penting dalam bisnis CV yang bergerak di bidang konstruksi, pengadaan barang, jasa kebersihan, atau distribusi.
Staf dan Pelaksana
Jabatan ini mencakup admin, keuangan, teknisi, customer service, hingga operator lapangan. Mereka menjadi ujung tombak pelaksanaan kegiatan harian dan bertanggung jawab kepada supervisor atau langsung ke pengelola.

Pernah merasa tim Anda berjalan tanpa arah? Mungkin bukan salah orangnya mungkin struktur jabatannya yang bermasalah.
Struktur jabatan yang tepat bukan hanya memperjelas peran, tapi juga meningkatkan produktivitas, mempercepat pengambilan keputusan, dan mendorong pertumbuhan karier yang sehat.
Bayangkan organisasi Anda dengan struktur jabatan yang rapi, setiap orang tahu perannya, komunikasi lancar, dan pertumbuhan karyawan berjalan optimal.
Ingin menyusun struktur jabatan yang sesuai untuk perusahaan Anda? Konsultasikan kebutuhan organisasi Anda bersama para pakar struktur dan pengembangan organisasi di Magnet Solusi Integra dan dapatkan blueprint jabatan yang ideal gratis untuk konsultasi awal!