Daftar Isi

Penjelasan Tipe-Tipe Kepribadian dalam Big 5 Personality

Daftar Isi
Terima insight SDM terbaru, langsung via email mingguan
Newsletter

Dengan klik tombol Berlangganan, saya menyetujui untuk menerima email berita dan pemberitahuan dari Magnet Solusi Integra.

Ikuti akun media sosial resmi Magnet Solusi Integra
big 5 personality

Awalnya cuma sekadar upaya ilmiah untuk mengelompokkan sifat-sifat manusia.

Tak ada yang menyangka tes kepribadian ini kemudian menjelma jadi alat penting di ruang-ruang rekrutmen, promosi jabatan, bahkan pelatihan kepemimpinan.

Namanya: Big Five Personality Test, atau kalau mau lebih ilmiah: OCEAN singkatan dari lima dimensi utama kepribadian manusia yang kini jadi fondasi psikologi modern.

Tak seperti tes-tes kepribadian lain yang sering kita temui di internet yang kadang sensasional tapi dangkal Big Five dibangun dari puluhan tahun riset akademis yang panjang dan menyeluruh.

Lahir dari pendekatan psikometrik, ia bukan hasil hipotesis sesaat, tapi hasil ekstraksi pola dari ribuan kata sifat dalam bahasa manusia.

Baca Juga: Pengertian Work Personality Test & Analytics

big 5 personality

Apa itu Big 5 Personality Test?

Tes ini bukan hanya tentang “kamu orangnya introvert atau ekstrovert”, tapi tentang bagaimana kamu memproses dunia, berinteraksi dengan orang lain, mengatur emosimu, dan menjalani hidup.

Lima dimensi besar itu adalah:

  1. Openness to Experience
  2. Conscientiousness
  3. Extraversion
  4. Agreeableness
  5. Neuroticism

Atau kalau mau disingkat: OCEAN. Setiap dimensi itu bukan kategori mutlak, tapi spektrum.

Artinya, kamu bisa berada di tengah, di ujung tinggi, atau ujung rendah. Bukan salah, bukan benar.

Hanya peta kepribadianmu.

Salah satu pengertian yang paling dikenal tentang Big Five datang dari Robert R. McCrae, seorang tokoh utama dalam pengembangan teori ini.

Ia menyatakan bahwa:

The Five-Factor Model provides a comprehensive taxonomy of personality traits that describes individual differences across five broad domains: openness, conscientiousness, extraversion, agreeableness, and neuroticism.
Robert R. McCrae, 1992

Artinya, menurut McCrae, model Big Five adalah taksonomi (klasifikasi) kepribadian yang lengkap dan komprehensif, yang menjelaskan perbedaan antarindividu berdasarkan lima dimensi besar kepribadian tersebut.

1. Openness to Experience

Ini bukan sekadar soal suka jalan-jalan ke tempat baru.

Tapi lebih dalam: apakah kamu terbuka pada ide-ide baru, cara berpikir alternatif, seni, budaya, dan imajinasi?

Orang yang skor openness-nya tinggi biasanya seniman, penemu, atau pemikir.

Mereka fleksibel terhadap perubahan. Sedangkan mereka yang skor rendah lebih menyukai rutinitas dan stabilitas.

Bukan berarti konservatif itu buruk. Justru di dunia yang serba cepat, orang seperti ini jadi jangkar. Menjaga hal-hal tetap berjalan.

2. Conscientiousness

Inilah dimensi yang diam-diam paling berpengaruh dalam kesuksesan karier.

Orang dengan conscientiousness tinggi adalah mereka yang terorganisir, teliti, dan penuh tanggung jawab.

Mereka menetapkan target dan mencapainya.

Di sisi lain, skor rendah bukan berarti pemalas.

Tapi lebih santai, spontan, kadang berantakan.

Orang seperti ini justru cocok di profesi kreatif yang butuh kebebasan.

Kalau Anda manajer HRD, dimensi ini penting.

Kandidat yang conscientious tinggi biasanya bisa diandalkan, cocok jadi project manager, akuntan, atau quality assurance.

3. Extraversion

Dimensi ini paling sering disalahpahami.

Banyak yang mengira extraversion itu soal suka ngobrol. Padahal lebih dari itu: ini soal seberapa besar energi seseorang berasal dari interaksi sosial.

Ekstrovert cenderung bersemangat saat dikelilingi banyak orang.

Mereka biasanya dominan di rapat, antusias di panggung, dan cepat membangun koneksi.

Sebaliknya, introvert lebih suka refleksi. Bukan berarti antisosial hanya saja mereka isi ulang energinya dari kesendirian.

Kedua tipe ini bisa sama hebatnya di dunia kerja.

Ekstrovert cocok di sales, marketing, atau public relations. Introvert bersinar di riset, analisis data, atau strategi.

4. Agreeableness

Dimensi ini mengukur tingkat keramahan, kepedulian, dan kepercayaan pada orang lain.

Mereka yang tinggi di sini biasanya mudah berempati, suka membantu, dan jarang berkonflik.

Dalam tim, mereka pelumas yang membuat roda kerja berputar mulus.

Tapi bukan berarti skor rendah itu jahat.

Mereka cenderung lebih logis, kritis, dan asertif.

Cocok sebagai negosiator atau pengambil keputusan sulit. Dunia butuh keduanya.

5. Neuroticism

Ini yang paling sering bikin orang salah paham.

“Wah, saya neurotik ya?” Padahal ini bukan soal gangguan jiwa.

Neuroticism hanya mengukur seberapa sering seseorang merasa cemas, murung, atau mudah terganggu secara emosional.

Orang dengan skor tinggi di sini cenderung lebih waspada.

Mereka merasa cemas sebelum ujian, khawatir akan kemungkinan terburuk, dan cenderung perfeksionis. Tapi justru karena itu, mereka jadi perencana ulung dan sangat teliti.

Sedangkan mereka yang skor rendah biasanya tenang, stabil, dan tahan tekanan. Di bawah krisis, mereka tetap adem.

Cocok jadi manajer krisis atau eksekutif puncak yang tak gampang panik.

Baca Juga: Psychometric Assessment: Pengertian, Test, & Contohnya 

Kenapa Big Five Dianggap Akurat dan Andal?

Ada satu hal menarik dari Big Five: ia bersifat lintas budaya dan stabil sepanjang hidup.

Artinya, hasil tes ini tidak berubah-ubah seenaknya hanya karena kamu sedang senang atau sedih.

Dan lebih penting lagi, Big Five telah diuji dalam ratusan penelitian ilmiah di berbagai negara dan etnis.

Ini bukan tes yang dibuat hanya untuk budaya barat.

Orang Jepang, Arab, hingga Indonesia pun menunjukkan pola yang sama.

Bahkan, struktur lima dimensi ini ditemukan juga pada hewan primata simpanse dan gorila yang menunjukkan bahwa dimensi ini mungkin bersifat biologis.

Selain itu, validitas prediktifnya tinggi.

Artinya: hasil tes ini bisa digunakan untuk memprediksi perilaku di dunia nyata termasuk kinerja kerja, kepuasan hidup, bahkan kesehatan fisik.

Kegunaan Big Five di Dunia Kerja dan Kehidupan

1. Di ruang kerja

Perusahaan mulai sadar bahwa CV tidak cukup untuk menggambarkan siapa seseorang.

Maka mereka mulai memakai Big Five sebagai bagian dari asesmen rekrutmen.

Tujuannya bukan untuk menilai mana yang bagus atau jelek, tapi mencocokkan kepribadian dengan jenis pekerjaan dan budaya perusahaan.

Misalnya, kamu sedang rekrut untuk posisi yang menuntut ketelitian dan tenggat waktu ketat. Maka kamu butuh kandidat dengan conscientiousness tinggi.

Atau kamu sedang mencari public speaker handal? Maka extraversion jadi prioritas.

Big Five juga membantu dalam pelatihan dan pengembangan.

Seorang pemimpin dengan neuroticism tinggi, misalnya, mungkin butuh pelatihan pengelolaan stres.

Atau karyawan dengan openness tinggi bisa ditantang masuk ke proyek inovatif agar tidak cepat bosan.

2. Di kehidupan pribadi

Big Five juga bisa membuka cermin.

Menunjukkan siapa diri kita, tanpa perlu pura-pura. Dan itu sangat membantu dalam pengambilan keputusan hidup.

Mulai dari memilih pasangan, menentukan karier, sampai mengelola emosi.

Misalnya, orang dengan agreeableness rendah mungkin perlu belajar mendengarkan lebih banyak.

Atau seseorang dengan openness tinggi bisa diarahkan untuk belajar hal-hal baru agar tak merasa monoton.

big 5 personality

Temukan rahasia tim yang solid dan karyawan yang tepat sejak hari pertama!

Banyak kegagalan kerja bukan karena kurang kompeten, tapi karena tidak cocok secara kepribadian dengan posisi dan budaya perusahaan.

Bayangkan jika Anda bisa menempatkan orang yang high conscientiousness di posisi strategis, atau yang extraverted untuk menangani klien penting hasilnya?

Kinerja melesat, konflik menurun, dan retensi meningkat. Ingin tahu seberapa cocok tim Anda dengan perannya?

Dapatkan konsultasi gratis untuk Assessment Centre sekarang, dan mulai bangun fondasi tim yang benar-benar selaras!

Picture of Dra. I. Novianingtyastuti, M.M., Psikolog  <strong>CEO</strong>
Dra. I. Novianingtyastuti, M.M., Psikolog CEO

Praktisi HR dengan pengalaman lebih dari 20+ tahun di bidang rekrutmen dan pengembangan SDM.

Artikel terbaru
Komentar

Comments are closed.

Bangun SDM Unggul dan Adaptif Secara Tepat Sasaran

Melalui solusi #ElevatingPeopleEmpoweringBusiness, konsultasikan secara gratis bagaimana program kami dapat membantu tim dan perusahaan Anda tumbuh lebih cepat.

Pelajari Arah Transformasi Pengelolaan SDM untuk Penguatan Kinerja Organisasi
Dokumen ini membantu memahami dinamika pengelolaan SDM, budaya organisasi, dan penguatan kapabilitas insan dalam mendukung kinerja organisasi.