Daftar Isi

Ketahui Teknik Rekrutmen Berbasis Kompetensi & Contohnya

Daftar Isi
Terima insight SDM terbaru, langsung via email mingguan
Newsletter

Dengan klik tombol Berlangganan, saya menyetujui untuk menerima email berita dan pemberitahuan dari Magnet Solusi Integra.

Ikuti akun media sosial resmi Magnet Solusi Integra
apa teknik rekrutmen berbasis kompetensi

Rekrutmen berbasis kompetensi atau competency-based recruitment adalah proses seleksi tenaga kerja yang menitikberatkan pada keterampilan, pengetahuan, dan perilaku yang dibutuhkan untuk suatu posisi.

Pendekatan ini memastikan bahwa kandidat yang terpilih tidak hanya memenuhi persyaratan administratif tetapi juga memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.

Dalam praktiknya, rekrutmen berbasis kompetensi melibatkan analisis jabatan yang jelas, penggunaan metode seleksi seperti wawancara berbasis kompetensi, uji keterampilan, serta studi kasus yang relevan.

Dengan menerapkan sistem ini, perusahaan dapat meningkatkan efektivitas rekrutmen, mengurangi tingkat turnover, dan memastikan bahwa karyawan yang direkrut memiliki kemampuan yang dapat mendukung pencapaian tujuan organisasi.

Baca Juga: Competency Based Interview Adalah? Arti, STAR, & Contoh!

rekrutmen berbasis kompetensi

Rekrutmen Berbasis Kompetensi

Rekrutmen berbasis kompetensi adalah pendekatan dalam proses perekrutan tenaga kerja yang menitikberatkan pada keterampilan, pengetahuan, dan perilaku yang relevan dengan pekerjaan yang akan diisi.

Menurut Spencer & Spencer (1993), kompetensi didefinisikan sebagai karakteristik mendasar seseorang yang berhubungan langsung dengan kinerja unggul dalam suatu pekerjaan.

Pendekatan ini berbeda dari rekrutmen tradisional yang lebih banyak mempertimbangkan latar belakang pendidikan atau pengalaman kerja secara umum.

Dalam rekrutmen berbasis kompetensi, perusahaan menentukan terlebih dahulu kompetensi inti yang dibutuhkan untuk suatu posisi, kemudian menggunakannya sebagai dasar dalam setiap tahap seleksi, mulai dari penyaringan awal hingga wawancara dan penilaian akhir.

Pendekatan ini semakin banyak digunakan oleh organisasi karena memberikan sejumlah manfaat, seperti meningkatkan kesesuaian antara karyawan dan pekerjaan, mempercepat proses adaptasi karyawan baru, serta meningkatkan kinerja individu dan tim secara keseluruhan.

Dengan menggunakan rekrutmen berbasis kompetensi, perusahaan dapat memastikan bahwa kandidat yang dipilih benar-benar memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi.

Konsep Kompetensi dalam Rekrutmen

Kompetensi dalam konteks rekrutmen mengacu pada kombinasi keterampilan (skills), pengetahuan (knowledge), dan sikap (attitude) yang diperlukan untuk melaksanakan suatu pekerjaan dengan baik.

Kompetensi ini dapat dibagi menjadi dua kategori utama:

1. Kompetensi Teknis (Technical Competencies)

Kompetensi teknis mencakup keterampilan dan pengetahuan yang berkaitan langsung dengan tugas atau bidang pekerjaan tertentu.

Contohnya meliputi keahlian dalam pemrograman komputer bagi seorang developer, pemahaman tentang analisis keuangan bagi seorang akuntan, atau kemampuan desain grafis bagi seorang desainer.

2. Kompetensi Perilaku (Behavioral Competencies)

Kompetensi ini mencerminkan bagaimana seseorang bertindak dalam lingkungan kerja.

Beberapa contoh kompetensi perilaku meliputi komunikasi yang efektif, kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, kerja tim, serta adaptabilitas dalam menghadapi perubahan.

Dalam rekrutmen berbasis kompetensi, perusahaan merancang profil kompetensi untuk setiap posisi yang tersedia.

Profil ini mencantumkan kompetensi yang harus dimiliki kandidat agar dapat bekerja secara optimal dalam peran tersebut.

Baca Juga: Tes Psikometri: Definisi, Contoh, Fungsi, & Jenisnya!

Tahapan Rekrutmen Berbasis Kompetensi

Proses rekrutmen berbasis kompetensi mencakup beberapa tahapan utama yang disusun secara sistematis untuk memastikan pemilihan kandidat terbaik.

1. Analisis Jabatan dan Identifikasi Kompetensi

Langkah pertama dalam rekrutmen berbasis kompetensi adalah melakukan analisis jabatan untuk memahami tugas dan tanggung jawab suatu posisi.

Dari analisis ini, perusahaan menentukan kompetensi utama yang dibutuhkan, baik yang bersifat teknis maupun perilaku.

Hasilnya kemudian dituangkan dalam profil kompetensi yang akan menjadi dasar dalam proses seleksi.

2. Penyusunan Deskripsi Pekerjaan yang Berbasis Kompetensi

Setelah kompetensi yang dibutuhkan telah ditetapkan, perusahaan menyusun deskripsi pekerjaan (job description) yang mencantumkan secara jelas kompetensi yang dicari.

Hal ini membantu calon pelamar memahami ekspektasi perusahaan dan menyesuaikan apakah mereka memenuhi kriteria yang diharapkan.

3. Sumber dan Strategi Perekrutan

Pada tahap ini, perusahaan menentukan metode pencarian kandidat yang sesuai dengan kebutuhan kompetensi.

Perekrutan dapat dilakukan melalui berbagai saluran, seperti portal lowongan kerja, media sosial, headhunting, atau program referral dari karyawan yang sudah ada.

4. Seleksi Awal Berdasarkan Kompetensi

Dalam tahap seleksi awal, perusahaan menggunakan berbagai metode untuk menyaring kandidat berdasarkan kompetensi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Beberapa metode yang umum digunakan meliputi:

Tes Kompetensi

Digunakan untuk mengukur keterampilan teknis kandidat, seperti tes coding untuk posisi IT atau tes akuntansi untuk posisi keuangan.

Screening CV dan Surat Lamaran

Meninjau latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja kandidat yang relevan dengan kompetensi yang dicari.

Wawancara Awal

Menilai kesesuaian kandidat dari segi komunikasi dan pemahaman mereka terhadap pekerjaan yang dilamar.

5. Wawancara Berbasis Kompetensi

Wawancara berbasis kompetensi merupakan teknik wawancara yang dirancang untuk menilai bagaimana kandidat telah menerapkan keterampilan dan perilaku tertentu di tempat kerja sebelumnya.

Pewawancara menggunakan metode STAR (Situation, Task, Action, Result) untuk menggali pengalaman kandidat dalam menghadapi situasi tertentu.

Contohnya, jika kompetensi yang dicari adalah problem-solving, maka pertanyaan yang diajukan bisa berupa:

“Ceritakan pengalaman Anda ketika menghadapi masalah yang kompleks dalam pekerjaan Anda sebelumnya. Apa situasinya? Apa tugas Anda? Tindakan apa yang Anda ambil? Dan bagaimana hasil akhirnya?”

6. Asesmen dan Simulasi Berbasis Kompetensi

Selain wawancara, perusahaan dapat menggunakan asesmen tambahan untuk mengukur kompetensi kandidat secara lebih objektif.

Beberapa metode yang sering digunakan adalah:

Studi Kasus

Kandidat diberikan skenario bisnis dan diminta untuk menganalisis serta memberikan solusi berdasarkan kompetensi yang relevan.

Role-Playing

Kandidat diminta memainkan peran tertentu untuk menilai bagaimana mereka menangani situasi kerja nyata.

Tes Psikometri

Mengukur aspek kognitif dan perilaku kandidat untuk memastikan kesesuaian dengan budaya perusahaan.

7. Evaluasi dan Keputusan Rekrutmen

Setelah seluruh tahap seleksi selesai, tim rekrutmen melakukan evaluasi komprehensif terhadap setiap kandidat berdasarkan hasil tes, wawancara, dan asesmen yang telah dilakukan.

Keputusan rekrutmen kemudian diambil dengan mempertimbangkan kandidat yang paling sesuai dengan kompetensi yang telah ditetapkan.

8. Onboarding Berbasis Kompetensi

Proses rekrutmen berbasis kompetensi tidak berhenti setelah kandidat diterima.

Onboarding atau orientasi karyawan juga dirancang untuk memastikan mereka dapat segera menerapkan kompetensi yang dimiliki dalam pekerjaan mereka.

Perusahaan biasanya menyediakan pelatihan tambahan untuk mempercepat adaptasi karyawan baru terhadap tugas dan budaya kerja di organisasi.

Tips Melakukan Rekrutmen Berbasis Kompetensi

Agar rekrutmen berbasis kompetensi dapat berjalan efektif dan menghasilkan kandidat terbaik, perusahaan perlu menerapkan beberapa strategi berikut:

1. Tentukan Profil Kompetensi dengan Jelas

Sebelum memulai proses rekrutmen, pastikan telah ada profil kompetensi yang terperinci untuk setiap posisi.

Profil ini harus mencakup keterampilan teknis, pengetahuan, serta kompetensi perilaku yang diperlukan.

2. Gunakan Metode Seleksi yang Tepat

Pilih metode seleksi yang sesuai dengan kompetensi yang ingin diukur.

Misalnya, gunakan studi kasus atau role-playing untuk menilai keterampilan pemecahan masalah, dan tes psikometri untuk mengevaluasi kepribadian serta kecocokan budaya kandidat.

3. Terapkan Wawancara Berbasis Kompetensi

Gunakan teknik wawancara STAR (Situation, Task, Action, Result) untuk menggali pengalaman kandidat dalam menerapkan kompetensi tertentu dalam pekerjaan sebelumnya.

4. Gunakan Teknologi dalam Rekrutmen

Manfaatkan sistem manajemen rekrutmen (ATS – Applicant Tracking System) untuk menyaring kandidat berdasarkan kata kunci kompetensi serta melakukan penilaian otomatis untuk efisiensi proses seleksi.

5. Libatkan Beberapa Pihak dalam Proses Evaluasi

Agar penilaian lebih objektif, libatkan beberapa orang dalam tim rekrutmen, seperti HR, manajer departemen terkait, dan bahkan calon rekan kerja kandidat dalam sesi wawancara atau asesmen.

6. Sesuaikan dengan Budaya Perusahaan

Selain kompetensi teknis, pastikan kandidat memiliki nilai dan sikap yang sejalan dengan budaya perusahaan agar mereka dapat beradaptasi dengan baik dalam lingkungan kerja.

7. Lakukan Evaluasi Berkelanjutan

Setelah kandidat diterima dan mulai bekerja, pantau kinerja mereka untuk memastikan bahwa proses rekrutmen berbasis kompetensi yang diterapkan sudah efektif.

Jika diperlukan, lakukan perbaikan dalam metode seleksi di masa depan.

rekrutmen berbasis kompetensi

Untuk meningkatkan kemampuan dalam menghadapi rekrutmen berbasis kompetensi, penting untuk menguasai teknik wawancara berbasis kompetensi.

Dengan mengikuti pelatihan ini, Anda akan belajar cara menjawab pertanyaan dengan tepat, menonjolkan keterampilan yang relevan, dan meningkatkan peluang sukses dalam proses seleksi.

Jangan lewatkan kesempatan untuk mengasah skill ini!

Klik tombol di bawah ini untuk bergabung dalam pelatihan wawancara berbasis kompetensi dan persiapkan diri Anda dengan lebih baik.👇

Picture of Dra. I. Novianingtyastuti, M.M., Psikolog  <strong>CEO</strong>
Dra. I. Novianingtyastuti, M.M., Psikolog CEO

Praktisi HR dengan pengalaman lebih dari 20+ tahun di bidang rekrutmen dan pengembangan SDM.

Artikel terbaru
Komentar

Comments are closed.

Bangun SDM Unggul dan Adaptif Secara Tepat Sasaran

Melalui solusi #ElevatingPeopleEmpoweringBusiness, konsultasikan secara gratis bagaimana program kami dapat membantu tim dan perusahaan Anda tumbuh lebih cepat.

Pelajari Arah Transformasi Pengelolaan SDM untuk Penguatan Kinerja Organisasi
Dokumen ini membantu memahami dinamika pengelolaan SDM, budaya organisasi, dan penguatan kapabilitas insan dalam mendukung kinerja organisasi.