Daftar Isi

Hindari Praktik Bad Hiring Dan Ketahui Dampaknya

Daftar Isi
Terima insight SDM terbaru, langsung via email mingguan
Newsletter

Dengan klik tombol Berlangganan, saya menyetujui untuk menerima email berita dan pemberitahuan dari Magnet Solusi Integra.

Ikuti akun media sosial resmi Magnet Solusi Integra
bad hiring

Bad hiring adalah proses perekrutan yang menghasilkan karyawan yang tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan, baik dari segi keterampilan, budaya kerja, maupun etika profesional.

Kesalahan dalam perekrutan ini dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti proses seleksi yang kurang ketat, ketidaksesuaian ekspektasi antara perusahaan dan kandidat, atau kurangnya penilaian terhadap soft skills yang penting dalam lingkungan kerja.

Dampak dari bad hiring bisa sangat merugikan, termasuk penurunan produktivitas, meningkatnya tingkat turnover karyawan, serta biaya tambahan untuk proses rekrutmen ulang dan pelatihan.

Oleh karena itu, perusahaan perlu menerapkan strategi rekrutmen yang efektif, seperti penyaringan kandidat yang lebih teliti, wawancara berbasis kompetensi, dan evaluasi budaya kerja untuk memastikan kecocokan jangka panjang.

bad hiring

Baca Juga: 15 Cara Merekrut Karyawan Yang Berkualitas Untuk Perusahaan!

Praktik Bad Hiring

Bad hiring atau perekrutan yang buruk merujuk pada kesalahan dalam proses rekrutmen yang mengakibatkan perusahaan mempekerjakan individu yang tidak sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Kesalahan ini bisa terjadi karena berbagai faktor, mulai dari proses seleksi yang kurang teliti, kurangnya kesesuaian keterampilan dan ekspektasi, hingga ketidaksesuaian budaya kerja antara perusahaan dan kandidat.

Bad hiring tidak hanya mengakibatkan hilangnya produktivitas, tetapi juga berpotensi merugikan perusahaan dari segi finansial, moral karyawan, hingga reputasi bisnis secara keseluruhan.

Oleh karena itu, memahami penyebab, dampak, dan strategi menghindarinya sangat penting bagi perusahaan untuk memastikan perekrutan yang lebih efektif dan efisien.

Penyebab Terjadinya Bad Hiring

Kesalahan dalam rekrutmen sering kali disebabkan oleh berbagai faktor, baik dari sisi perusahaan maupun kandidat.

Berikut adalah beberapa penyebab utama terjadinya bad hiring:

1. Proses Rekrutmen yang Tidak Efektif

Banyak perusahaan tergesa-gesa dalam merekrut karyawan karena kebutuhan mendesak, tanpa melakukan analisis yang cukup mendalam.

Akibatnya, mereka tidak memiliki standar yang jelas dalam menilai kandidat, sehingga sering kali memilih orang yang kurang cocok untuk posisi yang ditawarkan.

2. Deskripsi Pekerjaan yang Tidak Jelas

Job description yang ambigu atau tidak sesuai dengan kenyataan dapat menyebabkan kandidat salah memahami ekspektasi pekerjaan.

Ini bisa mengarah pada ketidakcocokan keterampilan dan tugas yang diemban, sehingga karyawan baru kesulitan beradaptasi atau tidak dapat memenuhi ekspektasi perusahaan.

3. Evaluasi Kandidat yang Kurang Mendalam

Banyak perusahaan hanya mengandalkan wawancara atau tes teknis tanpa mengevaluasi aspek lain seperti soft skills, kecocokan budaya kerja, atau kepribadian kandidat.

Padahal, faktor-faktor ini sangat penting dalam menentukan keberhasilan seorang karyawan dalam jangka panjang.

4. Terlalu Bergantung pada Resume dan Pengalaman Kerja

Meskipun pengalaman kerja dan resume yang kuat bisa menjadi indikator kompetensi, itu bukan satu-satunya faktor yang harus dipertimbangkan.

Kandidat yang memiliki pengalaman bagus di perusahaan sebelumnya belum tentu cocok dengan budaya dan lingkungan kerja perusahaan baru.

5. Tidak Melakukan Reference Check dengan Baik

Reference check atau pemeriksaan latar belakang sering kali diabaikan oleh perusahaan.

Padahal, berbicara dengan mantan atasan atau kolega kandidat bisa memberikan wawasan lebih mendalam tentang sikap kerja, etika profesional, dan performa kandidat sebelumnya.

6. Tekanan untuk Mengisi Posisi dengan Cepat

Dalam situasi tertentu, seperti ketika ada karyawan yang keluar secara tiba-tiba, perusahaan merasa terdesak untuk segera mencari pengganti.

Tekanan ini sering kali mengarah pada keputusan rekrutmen yang terburu-buru dan kurang memperhatikan kualitas kandidat.

7. Ketidaksesuaian Budaya Kerja

Setiap perusahaan memiliki nilai dan budaya kerja yang berbeda.

Kandidat yang secara teknis memenuhi kualifikasi tetapi tidak cocok dengan budaya perusahaan kemungkinan besar akan mengalami kesulitan dalam beradaptasi, yang akhirnya dapat berdampak buruk pada kinerja dan retensi mereka.

Baca Juga: Bentuk Pertanyaan Yang Harus Dihindari Pewawancara!

Dampak dari Bad Hiring

Kesalahan dalam perekrutan tidak hanya berdampak pada individu yang direkrut, tetapi juga pada organisasi secara keseluruhan.

Berikut adalah beberapa dampak utama dari bad hiring:

1. Kerugian Finansial

Bad hiring dapat menyebabkan perusahaan mengalami kerugian finansial yang cukup besar.

Biaya rekrutmen, pelatihan, gaji, dan tunjangan yang telah dikeluarkan untuk kandidat yang tidak sesuai akan menjadi pemborosan jika mereka akhirnya tidak dapat berkontribusi dengan optimal atau harus segera diganti.

Menurut studi dari U.S. Department of Labor, biaya bad hiring dapat mencapai 30% dari gaji tahunan seorang karyawan.

Jika kesalahan ini terjadi berulang kali, perusahaan bisa mengalami kerugian besar dalam jangka panjang.

2. Menurunkan Produktivitas Tim

Ketika seorang karyawan baru tidak dapat memenuhi ekspektasi, tim di sekitarnya sering kali harus menanggung beban tambahan untuk mengompensasi kekurangan tersebut.

Hal ini bisa menyebabkan penurunan produktivitas, peningkatan stres, dan bahkan menurunkan motivasi kerja tim.

3. Meningkatkan Tingkat Turnover Karyawan

Jika karyawan baru tidak cocok dengan pekerjaannya atau budaya perusahaan, mereka cenderung tidak bertahan lama.

Tingginya tingkat turnover tidak hanya meningkatkan biaya rekrutmen ulang tetapi juga bisa mengganggu stabilitas operasional perusahaan.

4. Menurunkan Moral dan Motivasi Karyawan

Keberadaan karyawan yang tidak kompeten atau tidak memiliki etos kerja yang baik bisa berdampak negatif pada rekan kerja lainnya.

Mereka mungkin merasa frustrasi karena harus bekerja lebih keras untuk menutupi kekurangan karyawan baru, yang pada akhirnya dapat menurunkan moral tim.

5. Mempengaruhi Reputasi Perusahaan

Jika perusahaan sering melakukan bad hiring, hal ini bisa menciptakan citra negatif di mata calon kandidat lain.

Ulasan buruk dari mantan karyawan di platform seperti Glassdoor atau media sosial juga bisa mengurangi minat talenta berkualitas untuk melamar di perusahaan tersebut.

Baca Juga: Competency Based Interview Adalah? Arti, STAR, & Contoh! 

Cara Menghindari Bad Hiring

Untuk menghindari kesalahan dalam perekrutan, perusahaan perlu menerapkan strategi yang lebih efektif dan terstruktur.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan:

1. Buat Proses Rekrutmen yang Lebih Sistematis

Tentukan langkah-langkah yang jelas dalam proses seleksi, mulai dari screening awal, tes keterampilan, hingga wawancara akhir.

Pastikan setiap tahap memiliki kriteria penilaian yang objektif untuk mengurangi bias dalam pengambilan keputusan.

2. Buat Job Description yang Akurat dan Jelas

Pastikan deskripsi pekerjaan mencerminkan tugas dan tanggung jawab yang sebenarnya.

Gunakan bahasa yang jelas dan transparan agar kandidat dapat memahami ekspektasi perusahaan dengan baik sebelum melamar.

3. Gunakan Berbagai Metode Evaluasi Kandidat

Jangan hanya mengandalkan wawancara standar.

Gunakan berbagai metode seperti studi kasus, role-play, psikotes, atau tes teknis yang relevan dengan posisi yang dibutuhkan.

4. Perhatikan Kecocokan Budaya Kerja

Selain keterampilan teknis, pastikan kandidat memiliki nilai-nilai dan etos kerja yang sejalan dengan budaya perusahaan.

Diskusikan ekspektasi dan gaya kerja selama proses wawancara untuk memastikan kesesuaian.

5. Lakukan Reference Check dengan Teliti

Jangan ragu untuk menghubungi mantan atasan atau rekan kerja kandidat untuk mendapatkan gambaran lebih jelas tentang kinerja dan kepribadian mereka.

6. Jangan Terburu-buru dalam Merekrut

Meskipun ada tekanan untuk segera mengisi posisi, lebih baik meluangkan waktu untuk menemukan kandidat yang benar-benar tepat daripada harus mengulangi proses rekrutmen dalam waktu singkat.

7. Tawarkan Masa Percobaan (Probation Period)

Gunakan masa percobaan untuk menilai apakah kandidat benar-benar cocok dengan pekerjaan dan lingkungan kerja.

Jika dalam periode ini karyawan tidak menunjukkan performa yang diharapkan, perusahaan masih bisa mencari alternatif lain sebelum membuat keputusan jangka panjang.

Menggunakan jasa rekrutmen adalah keputusan yang bijak untuk menghindari risiko dan dampak dari bad hiring, seperti rendahnya produktivitas, tingginya tingkat turnover, dan meningkatnya biaya rekrutmen ulang.

Dengan pengalaman dan metode seleksi yang tepat, ini dapat membantu memastikan bahwa setiap kandidat yang direkrut sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda, baik dari segi keterampilan maupun budaya kerja.

bad hiring

Kami menghadirkan solusi yang efektif melalui layanan rekrutmen kami, sehingga Anda dapat lebih fokus pada pertumbuhan bisnis tanpa khawatir mencari tenaga kerja yang tepat.

Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut, jangan ragu untuk menghubungi kami dan bertanya-tanya terlebih dahulu secara gratis.

Beritahu kami kebutuhan Anda melalui tombol di bawah ini!👇

Picture of Dra. I. Novianingtyastuti, M.M., Psikolog  <strong>CEO</strong>
Dra. I. Novianingtyastuti, M.M., Psikolog CEO

Praktisi HR dengan pengalaman lebih dari 20+ tahun di bidang rekrutmen dan pengembangan SDM.

Artikel terbaru
Komentar

Comments are closed.

Bangun SDM Unggul dan Adaptif Secara Tepat Sasaran

Melalui solusi #ElevatingPeopleEmpoweringBusiness, konsultasikan secara gratis bagaimana program kami dapat membantu tim dan perusahaan Anda tumbuh lebih cepat.

Pelajari Arah Transformasi Pengelolaan SDM untuk Penguatan Kinerja Organisasi
Dokumen ini membantu memahami dinamika pengelolaan SDM, budaya organisasi, dan penguatan kapabilitas insan dalam mendukung kinerja organisasi.