Daftar Isi

Pengertian, Contoh, & Tips Behavioral Event Interview

Daftar Isi
Terima insight SDM terbaru, langsung via email mingguan
Newsletter

Dengan klik tombol Berlangganan, saya menyetujui untuk menerima email berita dan pemberitahuan dari Magnet Solusi Integra.

Ikuti akun media sosial resmi Magnet Solusi Integra
behavioral event interview

Behavioral Event Interview (BEI) adalah metode wawancara yang digunakan untuk menilai kompetensi dan perilaku kandidat berdasarkan pengalaman masa lalu mereka.

Dalam BEI, pewawancara mengajukan pertanyaan yang meminta kandidat untuk menceritakan situasi nyata yang pernah mereka alami, tindakan yang diambil, serta hasil yang dicapai.

Pendekatan ini didasarkan pada asumsi bahwa perilaku di masa lalu merupakan indikator terbaik untuk kinerja di masa depan.

Dengan menggunakan teknik ini, perusahaan dapat lebih objektif dalam mengevaluasi keterampilan, kemampuan problem-solving, serta kecocokan kandidat dengan budaya organisasi.

Baca Juga: Competency Based Interview Adalah? Arti, STAR, & Contoh!

behavioral event interview

Pengertian Behavioral Event Interview (BEI)

Behavioral Event Interview (BEI) adalah metode wawancara berbasis kompetensi yang digunakan dalam proses rekrutmen dan penilaian karyawan untuk menggali pengalaman kerja serta perilaku kandidat dalam situasi tertentu.

Metode ini berfokus pada prinsip bahwa cara seseorang bertindak di masa lalu dalam situasi kerja yang spesifik dapat menjadi indikator kuat tentang bagaimana mereka akan bertindak di masa depan dalam kondisi serupa.

Dalam wawancara BEI, pewawancara tidak hanya bertanya mengenai pengalaman umum kandidat, tetapi juga meminta mereka untuk menceritakan secara detail tentang situasi konkret yang pernah mereka hadapi, tindakan yang mereka ambil, dan hasil yang diperoleh dari tindakan tersebut.

Pendekatan ini membantu organisasi dalam memahami karakteristik kandidat secara lebih mendalam dibandingkan wawancara konvensional yang hanya menilai aspek teoritis atau hipotesis tentang bagaimana seseorang akan bertindak dalam suatu situasi.

Tujuan dan Manfaat Behavioral Event Interview

Behavioral Event Interview digunakan oleh berbagai organisasi, terutama dalam proses seleksi karyawan untuk posisi strategis atau kepemimpinan,

karena memiliki beberapa tujuan utama yang dapat meningkatkan efektivitas rekrutmen, antara lain:

1. Mengidentifikasi Kompetensi Inti Kandidat

Dengan meminta kandidat untuk berbicara tentang pengalaman masa lalu mereka, wawancara ini dapat menggali kompetensi yang relevan dengan posisi yang dilamar, seperti kemampuan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, kepemimpinan, manajemen konflik, atau kerja sama tim.

2. Mengurangi Bias dalam Perekrutan

Metode BEI berbasis pada fakta yang nyata, bukan asumsi atau impresi subjektif pewawancara terhadap kandidat.

Hal ini membantu mengurangi bias dalam pengambilan keputusan rekrutmen dan memastikan bahwa seleksi kandidat didasarkan pada data yang lebih objektif.

3. Memprediksi Kinerja Masa Depan

Salah satu prinsip utama BEI adalah bahwa perilaku masa lalu dalam situasi serupa dapat menjadi indikator yang baik tentang bagaimana seseorang akan bertindak di masa depan.

Dengan demikian, wawancara ini memberikan wawasan yang lebih akurat mengenai kesesuaian kandidat dengan peran yang ditawarkan.

4. Membantu dalam Pengembangan Karyawan

Selain digunakan dalam proses rekrutmen, BEI juga dapat diterapkan dalam program pengembangan karyawan untuk mengidentifikasi area peningkatan dan memberikan umpan balik yang lebih spesifik tentang kinerja mereka di tempat kerja.

Baca Juga: Bentuk Pertanyaan Yang Harus Dihindari Pewawancara!

Proses Pelaksanaan Behavioral Event Interview

Wawancara berbasis perilaku ini memiliki struktur yang sistematis agar pewawancara dapat mengumpulkan informasi yang mendalam dan terfokus.

Berikut adalah langkah-langkah utama dalam pelaksanaannya:

1. Persiapan dan Perancangan Pertanyaan

Sebelum wawancara, pewawancara perlu menentukan kompetensi inti yang dibutuhkan untuk posisi yang akan diisi.

Kompetensi ini dapat mencakup keterampilan teknis, kemampuan berpikir strategis, hingga aspek kepemimpinan.

Setelah kompetensi ditentukan, pewawancara menyusun daftar pertanyaan berbasis perilaku yang mengacu pada situasi nyata yang relevan dengan peran tersebut.

Sebagai contoh, jika organisasi mencari kandidat dengan kemampuan kepemimpinan yang baik, pertanyaan BEI yang dapat diajukan adalah:

a. “Ceritakan tentang saat Anda harus memimpin tim dalam proyek yang mengalami kendala besar. Bagaimana Anda mengatasinya?”

b. “Berikan contoh spesifik ketika Anda harus mengambil keputusan sulit yang berdampak pada tim atau perusahaan. Apa hasil dari keputusan tersebut?”

2. Pelaksanaan Wawancara

Saat wawancara berlangsung, pewawancara menggunakan teknik probing atau pendalaman untuk mendapatkan jawaban yang detail dan spesifik. Pewawancara akan menanyakan aspek-aspek berikut:

a. Situasi: Apa yang terjadi? Apa konteks dari kejadian tersebut?

b. Tugas: Apa peran kandidat dalam situasi itu?

c. Tindakan: Apa yang dilakukan kandidat untuk menyelesaikan masalah?

d. Hasil: Apa dampak atau hasil dari tindakan yang diambil?

Pendekatan ini sering disebut sebagai metode STAR (Situation, Task, Action, Result), yang membantu kandidat memberikan jawaban yang lebih terstruktur dan memudahkan pewawancara dalam mengevaluasi respons mereka.

3. Evaluasi Jawaban Kandidat

Setelah wawancara selesai, jawaban kandidat dievaluasi berdasarkan indikator kompetensi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Pewawancara dapat menilai sejauh mana kandidat menunjukkan kemampuan yang relevan dengan pekerjaan berdasarkan perilaku yang mereka tunjukkan dalam pengalaman masa lalu.

Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti:

a. Tingkat tanggung jawab yang diambil kandidat dalam situasi tersebut

b. Cara mereka mengatasi tantangan dan menyelesaikan masalah

c. Hasil akhir yang dicapai, serta dampaknya terhadap organisasi atau tim

Pewawancara juga dapat menggunakan skala penilaian berbasis kompetensi untuk memberikan skor terhadap masing-masing jawaban, sehingga hasilnya lebih objektif dan terukur.

Tips Sukses Menghadapi Behavioral Event Interview

Bagi kandidat yang menghadapi wawancara BEI, persiapan yang baik sangat penting untuk memberikan jawaban yang kuat dan meyakinkan.

Berikut beberapa tips yang dapat membantu:

1. Identifikasi Pengalaman Kerja yang Relevan

Sebelum wawancara, luangkan waktu untuk mengingat kembali pengalaman kerja yang paling signifikan dan relevan dengan posisi yang dilamar.

Pastikan untuk menyiapkan beberapa contoh nyata yang dapat menggambarkan kompetensi yang dicari oleh perusahaan.

2. Gunakan Teknik STAR

Latihlah cara menjawab pertanyaan dengan struktur STAR agar jawaban lebih jelas dan terarah.

Fokuskan pada bagaimana tindakan yang dilakukan memberikan dampak positif dalam situasi yang dihadapi.

3. Bersikap Jujur dan Otentik

Hindari memberikan jawaban yang dilebih-lebihkan atau tidak sesuai dengan pengalaman nyata.

Pewawancara dapat mendeteksi ketidakkonsistenan dalam jawaban, sehingga kejujuran dan transparansi sangat penting.

4. Latihan Wawancara dengan Simulasi

Melakukan simulasi wawancara dengan teman atau mentor dapat membantu dalam menyusun jawaban yang lebih terstruktur dan percaya diri saat menghadapi wawancara yang sesungguhnya.

5. Fokus pada Hasil yang Dapat Diukur

Jika memungkinkan, sertakan angka atau metrik dalam jawaban untuk menunjukkan dampak dari tindakan yang dilakukan.

Misalnya, “Saya berhasil meningkatkan efisiensi tim sebesar 20% dengan menerapkan strategi baru dalam manajemen proyek.”

Jika Anda ingin mempelajari teknik wawancara berbasis kompetensi dengan metode STAR, ikuti pelatihan Competency Based Interview yang dipandu langsung oleh CEO Magnet Solusi Integra.

Dalam pelatihan ini, Anda akan memahami prosedur wawancara yang efektif untuk menilai kandidat secara objektif dan di akhir anda tentu akan mendapatkan sertifikat kompetensi dalam bidang ini.

Ketahui harga dan prosedur pelatihannya dengan mengklik gambar di bawah ini atau dapatkan konsultasi gratis untuk informasi lebih lanjut.👇

Picture of Dra. I. Novianingtyastuti, M.M., Psikolog  <strong>CEO</strong>
Dra. I. Novianingtyastuti, M.M., Psikolog CEO

Praktisi HR dengan pengalaman lebih dari 20+ tahun di bidang rekrutmen dan pengembangan SDM.

Artikel terbaru
Komentar

Comments are closed.

Bangun SDM Unggul dan Adaptif Secara Tepat Sasaran

Melalui solusi #ElevatingPeopleEmpoweringBusiness, konsultasikan secara gratis bagaimana program kami dapat membantu tim dan perusahaan Anda tumbuh lebih cepat.

Pelajari Arah Transformasi Pengelolaan SDM untuk Penguatan Kinerja Organisasi
Dokumen ini membantu memahami dinamika pengelolaan SDM, budaya organisasi, dan penguatan kapabilitas insan dalam mendukung kinerja organisasi.