Perbedaan Sertifikasi BNSP dan Kemnaker terdapat pada aspek dasar hukum, tujuan, cakupan, dan manfaatnya.
Sertifikasi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) dan Kemenaker (Kementerian Ketenagakerjaan) merupakan dua jenis sertifikasi kompetensi kerja yang diakui di Indonesia.
Sertifikasi BNSP diberikan oleh Lembaga sertifikasi berlisensi BNSP yang telah mendapatkan lisensi dari BNSP, bertujuan untuk memastikan tenaga kerja memiliki kompetensi sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), standar internasional, atau standar khusus industri.
Sementara itu, sertifikasi dari Kemenaker umumnya berkaitan dengan bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta sertifikasi kompetensi lain yang diatur langsung oleh kementerian.
Kedua sertifikasi ini berfungsi untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja, memberikan pengakuan resmi atas keterampilan mereka, serta mendukung perkembangan industri yang lebih profesional dan berstandar tinggi.
Berikut adalah perbedaan antara Sertifikasi BNSP dan Sertifikasi Kemnaker, termasuk aspek dasar hukum, tujuan, cakupan, dan manfaatnya.
Baca Juga: Sertifikasi BNSP Adalah? Harga, Apa Saja & Cara Dapat

Pengertian Sertifikasi BNSP dan Kemnaker
Sertifikasi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi)
Sertifikasi yang diterbitkan oleh BNSP merupakan sertifikasi profesi yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Standar Internasional, atau Standar Khusus.
BNSP adalah lembaga independen yang dibentuk oleh pemerintah berdasarkan Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2004 tentang BNSP.
Sertifikasi Kemnaker (Kementerian Ketenagakerjaan)
Sertifikasi yang dikeluarkan oleh Kemnaker lebih berfokus pada keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta kompetensi tenaga kerja dalam bidang tertentu.
Sertifikasi ini biasanya diwajibkan untuk pekerja di industri berisiko tinggi, seperti konstruksi, manufaktur, dan pertambangan.
Dasar Hukum Perbedaan Sertifikasi BNSP dan Kemnaker
| Aspek | Sertifikasi BNSP | Sertifikasi Kemnaker |
|---|---|---|
| Regulasi | UU No. 13 Tahun 2003, PP No. 23 Tahun 2004 | UU No. 1 Tahun 1970, Permenaker terkait |
| Lembaga Pengesah | Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) | Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) |
| Pelaksana Sertifikasi | Lembaga sertifikasi berlisensi BNSP | Balai Pelatihan K3 dan Lembaga Diklat K3 |
Setiap sertifikasi memiliki landasan hukum yang mengatur penerbitan dan pelaksanaannya.
Dasar Hukum Sertifikasi BNSP
Sertifikasi yang dikeluarkan oleh BNSP berlandaskan pada:
Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang mengatur pengembangan kompetensi tenaga kerja di Indonesia.
Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2004 tentang BNSP, yang menegaskan peran BNSP dalam menyelenggarakan sistem sertifikasi profesi.
Peraturan Menteri Ketenagakerjaan yang mengatur penyusunan dan penerapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Dasar Hukum Sertifikasi Kemnaker
Sertifikasi Kemnaker didasarkan pada:
Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, yang mewajibkan tenaga kerja memiliki kompetensi dalam aspek K3.
Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) terkait K3, seperti Permenaker No. 5 Tahun 1996 tentang Sistem Manajemen K3.
Regulasi lain yang mengatur sertifikasi tenaga kerja dalam bidang keselamatan kerja dan industri tertentu.
Perbedaan dasar hukum ini menunjukkan bahwa sertifikasi BNSP lebih berorientasi pada kompetensi profesi secara umum, sementara sertifikasi Kemnaker lebih fokus pada regulasi keselamatan kerja di lingkungan industri.
Baca Juga: Cara Cek, Letak & Contoh ID Kredensial Sertifikat BNSP!
Tujuan dan Cakupan Sertifikasi
| Aspek | Sertifikasi BNSP | Sertifikasi Kemnaker |
|---|---|---|
| Tujuan | Menjamin tenaga kerja memiliki kompetensi sesuai SKKNI atau standar internasional | Menjamin tenaga kerja memahami aspek K3 sesuai peraturan ketenagakerjaan |
| Cakupan | Semua sektor industri dan profesi, termasuk IT, keuangan, HR, manufaktur, dll. | Khusus bidang yang terkait dengan K3 dan tenaga kerja industri berisiko tinggi |
| Jenis Kompetensi | Hard skills & soft skills profesional | Keterampilan teknis dalam keselamatan kerja |
Setiap sertifikasi memiliki tujuan dan cakupan yang berbeda, sesuai dengan kebutuhan industri dan tenaga kerja yang bersangkutan.
Tujuan Sertifikasi BNSP
Sertifikasi BNSP bertujuan untuk mengukur dan memastikan kompetensi tenaga kerja berdasarkan standar nasional maupun internasional.
Dengan adanya sertifikasi ini, pekerja dapat memperoleh pengakuan formal atas keterampilan dan keahliannya, sehingga meningkatkan daya saing di pasar kerja.
Selain itu, sertifikasi ini membantu perusahaan dalam merekrut tenaga kerja yang benar-benar kompeten di bidangnya.
Cakupan sertifikasi BNSP sangat luas dan mencakup berbagai bidang profesi, seperti:
- Teknologi informasi (programming, cybersecurity, data analysis)
- Manajemen dan bisnis
- Keuangan dan perbankan
- Pariwisata dan perhotelan
- Pemasaran digital dan media sosial
- Industri manufaktur dan jasa
Tujuan Sertifikasi Kemnaker
Sertifikasi Kemnaker lebih fokus pada aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa tenaga kerja memahami dan mampu menerapkan standar K3 di tempat kerja, sehingga dapat mencegah kecelakaan kerja dan menjaga keselamatan karyawan serta lingkungan kerja.
Sertifikasi ini diwajibkan bagi tenaga kerja yang bekerja di sektor industri berisiko tinggi, seperti:
- Konstruksi
- Pertambangan
- Minyak dan gas
- Manufaktur
- Kelistrikan dan energi
Dengan adanya sertifikasi Kemnaker, pekerja dapat bekerja sesuai dengan standar keselamatan yang ditetapkan oleh pemerintah, dan perusahaan dapat mematuhi regulasi ketenagakerjaan yang berlaku.
Perbedaan dalam Pelaksanaan Sertifikasi
| Aspek | Sertifikasi BNSP | Sertifikasi Kemnaker |
|---|---|---|
| Pihak yang menguji | Lembaga Sertifikasi yang terlisensi BNSP | Penguji resmi dari Kemnaker atau Balai Pelatihan K3 |
| Sistem Penilaian | Uji kompetensi berbasis SKKNI, Standar Internasional, atau Standar Khusus | Pelatihan dan ujian terkait K3 serta regulasi ketenagakerjaan |
| Masa Berlaku | 3 tahun (dapat diperpanjang) | 3 tahun (dapat diperpanjang) |
| Sertifikat yang diterima | Sertifikat kompetensi profesi dari BNSP | Sertifikat ahli K3 atau teknisi K3 dari Kemnaker |
Pelaksanaan Sertifikasi BNSP
Sertifikasi BNSP dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi yang telah mendapatkan lisensi dari BNSP.
Proses sertifikasi melibatkan uji kompetensi yang mencakup:
- Tes tertulis atau wawancara
- Praktik kerja sesuai dengan bidang yang diuji
- Evaluasi berdasarkan SKKNI atau standar lain yang relevan
Setelah lulus uji kompetensi, peserta akan mendapatkan Sertifikat Kompetensi BNSP yang berlaku selama 3 tahun dan dapat diperpanjang.
Pelaksanaan Sertifikasi Kemnaker
Sertifikasi Kemnaker dilakukan melalui Balai Pelatihan K3 atau lembaga diklat yang terdaftar di Kemnaker.
Prosesnya meliputi:
- Pelatihan K3 dengan durasi tertentu
- Ujian teori dan praktik terkait keselamatan kerja
- Evaluasi kemampuan tenaga kerja dalam menerapkan prosedur K3
Peserta yang lulus akan mendapatkan Sertifikat K3 Kemnaker yang juga berlaku selama 3 tahun dan dapat diperpanjang.
Baca Juga: Adakah Gelar Non-Akademik Yang Diakui BNSP?
Manfaat dan Keunggulan
Setiap sertifikasi memiliki manfaat dan keunggulannya masing-masing.
Keunggulan Sertifikasi BNSP
Diakui secara nasional dan internasional, terutama bagi yang berbasis standar internasional.
Mencakup banyak bidang profesi, sehingga dapat digunakan di berbagai industri.
Meningkatkan daya saing individu di pasar kerja.
Menunjukkan profesionalisme dan kompetensi yang diakui secara resmi.
Keunggulan Sertifikasi Kemnaker
Wajib bagi pekerja di industri berisiko tinggi, sehingga sangat penting untuk memenuhi regulasi ketenagakerjaan.
Menjamin keselamatan kerja, baik bagi pekerja maupun perusahaan.
Mematuhi peraturan pemerintah tentang K3, yang dapat menghindari sanksi bagi perusahaan.
Meningkatkan keselamatan dan efisiensi operasional di lingkungan kerja.
Sertifikasi BNSP dan Kemnaker memiliki perbedaan mendasar dalam tujuan, cakupan, dan pelaksanaannya.

Jika Anda ingin meningkatkan kompetensi dalam bidang profesi secara umum, sertifikasi BNSP adalah pilihan yang tepat.
Namun, jika Anda bekerja di industri yang memiliki risiko kecelakaan tinggi, sertifikasi Kemnaker adalah sertifikasi yang wajib dimiliki untuk memenuhi standar keselamatan kerja.
Beritahu kami kebutuhan pelatihan dan sertifikasi Anda, dan dapatkan solusi terbaik dengan konsultasi gratis!
Tim kami siap membantu Anda memilih program yang sesuai dengan bidang dan keahlian yang dibutuhkan.
Klik tombol di bawah ini untuk mulai konsultasi dan pastikan Anda mendapatkan pelatihan serta sertifikasi yang tepat untuk meningkatkan kompetensi dan peluang karier Anda.