Daftar Isi

10+ Detail Perbedaan Sertifikasi BNSP dan Kemnaker

Daftar Isi
Terima insight SDM terbaru, langsung via email mingguan
Newsletter

Dengan klik tombol Berlangganan, saya menyetujui untuk menerima email berita dan pemberitahuan dari Magnet Solusi Integra.

Ikuti akun media sosial resmi Magnet Solusi Integra
perbedaan sertifikasi bnsp dan kemnaker

Perbedaan Sertifikasi BNSP dan Kemnaker terdapat pada aspek dasar hukum, tujuan, cakupan, dan manfaatnya.

Sertifikasi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) dan Kemenaker (Kementerian Ketenagakerjaan) merupakan dua jenis sertifikasi kompetensi kerja yang diakui di Indonesia.

Sertifikasi BNSP diberikan oleh Lembaga sertifikasi berlisensi BNSP yang telah mendapatkan lisensi dari BNSP, bertujuan untuk memastikan tenaga kerja memiliki kompetensi sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), standar internasional, atau standar khusus industri.

Sementara itu, sertifikasi dari Kemenaker umumnya berkaitan dengan bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta sertifikasi kompetensi lain yang diatur langsung oleh kementerian.

Kedua sertifikasi ini berfungsi untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja, memberikan pengakuan resmi atas keterampilan mereka, serta mendukung perkembangan industri yang lebih profesional dan berstandar tinggi.

Berikut adalah perbedaan antara Sertifikasi BNSP dan Sertifikasi Kemnaker, termasuk aspek dasar hukum, tujuan, cakupan, dan manfaatnya.

Baca Juga: Sertifikasi BNSP Adalah? Harga, Apa Saja & Cara Dapat

perbedaan sertifikat bnsp dan kemnaker

Pengertian Sertifikasi BNSP dan Kemnaker

Sertifikasi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi)

Sertifikasi yang diterbitkan oleh BNSP merupakan sertifikasi profesi yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Standar Internasional, atau Standar Khusus.

BNSP adalah lembaga independen yang dibentuk oleh pemerintah berdasarkan Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2004 tentang BNSP.

Sertifikasi Kemnaker (Kementerian Ketenagakerjaan)

Sertifikasi yang dikeluarkan oleh Kemnaker lebih berfokus pada keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta kompetensi tenaga kerja dalam bidang tertentu.

Sertifikasi ini biasanya diwajibkan untuk pekerja di industri berisiko tinggi, seperti konstruksi, manufaktur, dan pertambangan.

Dasar Hukum Perbedaan Sertifikasi BNSP dan Kemnaker

AspekSertifikasi BNSPSertifikasi Kemnaker
RegulasiUU No. 13 Tahun 2003, PP No. 23 Tahun 2004UU No. 1 Tahun 1970, Permenaker terkait
Lembaga PengesahBadan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker)
Pelaksana SertifikasiLembaga sertifikasi berlisensi BNSPBalai Pelatihan K3 dan Lembaga Diklat K3

Setiap sertifikasi memiliki landasan hukum yang mengatur penerbitan dan pelaksanaannya.

Dasar Hukum Sertifikasi BNSP

Sertifikasi yang dikeluarkan oleh BNSP berlandaskan pada:

Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang mengatur pengembangan kompetensi tenaga kerja di Indonesia.

Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2004 tentang BNSP, yang menegaskan peran BNSP dalam menyelenggarakan sistem sertifikasi profesi.

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan yang mengatur penyusunan dan penerapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Dasar Hukum Sertifikasi Kemnaker

Sertifikasi Kemnaker didasarkan pada:

Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, yang mewajibkan tenaga kerja memiliki kompetensi dalam aspek K3.

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) terkait K3, seperti Permenaker No. 5 Tahun 1996 tentang Sistem Manajemen K3.

Regulasi lain yang mengatur sertifikasi tenaga kerja dalam bidang keselamatan kerja dan industri tertentu.

Perbedaan dasar hukum ini menunjukkan bahwa sertifikasi BNSP lebih berorientasi pada kompetensi profesi secara umum, sementara sertifikasi Kemnaker lebih fokus pada regulasi keselamatan kerja di lingkungan industri.

Baca Juga: Cara Cek, Letak & Contoh ID Kredensial Sertifikat BNSP!

Tujuan dan Cakupan Sertifikasi

AspekSertifikasi BNSPSertifikasi Kemnaker
TujuanMenjamin tenaga kerja memiliki kompetensi sesuai SKKNI atau standar internasionalMenjamin tenaga kerja memahami aspek K3 sesuai peraturan ketenagakerjaan
CakupanSemua sektor industri dan profesi, termasuk IT, keuangan, HR, manufaktur, dll.Khusus bidang yang terkait dengan K3 dan tenaga kerja industri berisiko tinggi
Jenis KompetensiHard skills & soft skills profesionalKeterampilan teknis dalam keselamatan kerja

Setiap sertifikasi memiliki tujuan dan cakupan yang berbeda, sesuai dengan kebutuhan industri dan tenaga kerja yang bersangkutan.

Tujuan Sertifikasi BNSP

Sertifikasi BNSP bertujuan untuk mengukur dan memastikan kompetensi tenaga kerja berdasarkan standar nasional maupun internasional.

Dengan adanya sertifikasi ini, pekerja dapat memperoleh pengakuan formal atas keterampilan dan keahliannya, sehingga meningkatkan daya saing di pasar kerja.

Selain itu, sertifikasi ini membantu perusahaan dalam merekrut tenaga kerja yang benar-benar kompeten di bidangnya.

Cakupan sertifikasi BNSP sangat luas dan mencakup berbagai bidang profesi, seperti:

  • Teknologi informasi (programming, cybersecurity, data analysis)
  • Manajemen dan bisnis
  • Keuangan dan perbankan
  • Pariwisata dan perhotelan
  • Pemasaran digital dan media sosial
  • Industri manufaktur dan jasa

Tujuan Sertifikasi Kemnaker

Sertifikasi Kemnaker lebih fokus pada aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa tenaga kerja memahami dan mampu menerapkan standar K3 di tempat kerja, sehingga dapat mencegah kecelakaan kerja dan menjaga keselamatan karyawan serta lingkungan kerja.

Sertifikasi ini diwajibkan bagi tenaga kerja yang bekerja di sektor industri berisiko tinggi, seperti:

  • Konstruksi
  • Pertambangan
  • Minyak dan gas
  • Manufaktur
  • Kelistrikan dan energi

Dengan adanya sertifikasi Kemnaker, pekerja dapat bekerja sesuai dengan standar keselamatan yang ditetapkan oleh pemerintah, dan perusahaan dapat mematuhi regulasi ketenagakerjaan yang berlaku.

Perbedaan dalam Pelaksanaan Sertifikasi

AspekSertifikasi BNSPSertifikasi Kemnaker
Pihak yang mengujiLembaga Sertifikasi yang terlisensi BNSPPenguji resmi dari Kemnaker atau Balai Pelatihan K3
Sistem PenilaianUji kompetensi berbasis SKKNI, Standar Internasional, atau Standar KhususPelatihan dan ujian terkait K3 serta regulasi ketenagakerjaan
Masa Berlaku3 tahun (dapat diperpanjang)3 tahun (dapat diperpanjang)
Sertifikat yang diterimaSertifikat kompetensi profesi dari BNSPSertifikat ahli K3 atau teknisi K3 dari Kemnaker

Pelaksanaan Sertifikasi BNSP

Sertifikasi BNSP dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi yang telah mendapatkan lisensi dari BNSP.

Proses sertifikasi melibatkan uji kompetensi yang mencakup:

  • Tes tertulis atau wawancara
  • Praktik kerja sesuai dengan bidang yang diuji
  • Evaluasi berdasarkan SKKNI atau standar lain yang relevan

Setelah lulus uji kompetensi, peserta akan mendapatkan Sertifikat Kompetensi BNSP yang berlaku selama 3 tahun dan dapat diperpanjang.

Pelaksanaan Sertifikasi Kemnaker

Sertifikasi Kemnaker dilakukan melalui Balai Pelatihan K3 atau lembaga diklat yang terdaftar di Kemnaker.

Prosesnya meliputi:

  • Pelatihan K3 dengan durasi tertentu
  • Ujian teori dan praktik terkait keselamatan kerja
  • Evaluasi kemampuan tenaga kerja dalam menerapkan prosedur K3

Peserta yang lulus akan mendapatkan Sertifikat K3 Kemnaker yang juga berlaku selama 3 tahun dan dapat diperpanjang.

Baca Juga: Adakah Gelar Non-Akademik Yang Diakui BNSP? 

Manfaat dan Keunggulan

Setiap sertifikasi memiliki manfaat dan keunggulannya masing-masing.

Keunggulan Sertifikasi BNSP

Diakui secara nasional dan internasional, terutama bagi yang berbasis standar internasional.

Mencakup banyak bidang profesi, sehingga dapat digunakan di berbagai industri.

Meningkatkan daya saing individu di pasar kerja.

Menunjukkan profesionalisme dan kompetensi yang diakui secara resmi.

Keunggulan Sertifikasi Kemnaker

Wajib bagi pekerja di industri berisiko tinggi, sehingga sangat penting untuk memenuhi regulasi ketenagakerjaan.

Menjamin keselamatan kerja, baik bagi pekerja maupun perusahaan.

Mematuhi peraturan pemerintah tentang K3, yang dapat menghindari sanksi bagi perusahaan.

Meningkatkan keselamatan dan efisiensi operasional di lingkungan kerja.

Sertifikasi BNSP dan Kemnaker memiliki perbedaan mendasar dalam tujuan, cakupan, dan pelaksanaannya.

perbedaan sertifikat bnsp dan kemnaker

Jika Anda ingin meningkatkan kompetensi dalam bidang profesi secara umum, sertifikasi BNSP adalah pilihan yang tepat.

Namun, jika Anda bekerja di industri yang memiliki risiko kecelakaan tinggi, sertifikasi Kemnaker adalah sertifikasi yang wajib dimiliki untuk memenuhi standar keselamatan kerja.

Beritahu kami kebutuhan pelatihan dan sertifikasi Anda, dan dapatkan solusi terbaik dengan konsultasi gratis!

Tim kami siap membantu Anda memilih program yang sesuai dengan bidang dan keahlian yang dibutuhkan.

Klik tombol di bawah ini untuk mulai konsultasi dan pastikan Anda mendapatkan pelatihan serta sertifikasi yang tepat untuk meningkatkan kompetensi dan peluang karier Anda.

Picture of Dra. I. Novianingtyastuti, M.M., Psikolog  <strong>CEO</strong>
Dra. I. Novianingtyastuti, M.M., Psikolog CEO

Praktisi HR dengan pengalaman lebih dari 20+ tahun di bidang rekrutmen dan pengembangan SDM.

Artikel terbaru
Komentar

Comments are closed.

Bangun SDM Unggul dan Adaptif Secara Tepat Sasaran

Melalui solusi #ElevatingPeopleEmpoweringBusiness, konsultasikan secara gratis bagaimana program kami dapat membantu tim dan perusahaan Anda tumbuh lebih cepat.

Pelajari Arah Transformasi Pengelolaan SDM untuk Penguatan Kinerja Organisasi
Dokumen ini membantu memahami dinamika pengelolaan SDM, budaya organisasi, dan penguatan kapabilitas insan dalam mendukung kinerja organisasi.