Apakah Hasil Tes Psikologi Online Akurat?

Authors :

member

Rachmi Yumna Afiyah, M.Psi, Psikolog

HR Consultant


Di era yang serba digital ini, tentu kita sering mendengar mengenai tes psikologi online. Di lapangan kita mengenal adanya tes psikologi online personal dan tes psikologi online kerja. Dalam dunia kerja, tes psikologi online adalah tahapan seleksi dalam proses penerimaan kerja yang dilakukan secara online. Jenis psikotes online yang ditawarkan juga terdiri dari berbagai jenis, mulai dari tes intelegensi, tes kepribadian, dan trait lainnya. Psikotes jenis ini menarik banyak perhatian, karena penggunaannya yang lebih baik, cepat, hemat, dan mudah. Keuntungan ini didapatkan bukan hanya oleh peserta, namun juga bagi yang mengadministrasikan alat tes, dalam mendistribusikan dan memberikan penilaian. Menggunakan internet, hasil psikotes juga dapat langsung terekam dan terskor secara otomatis, sehingga laporan interpretatif dapat segera dihasilkan tanpa menghabiskan banyak waktu.

Tes psikologi harus memiliki dua hal, yaitu validitas dan reliabilitas. Validitas berarti alat tes dapat mengukur dengan tepat apa yang menjadi tujuan ukurnya, sedangkan reliabilitas mengacu pada konsistensi hasil tes ketika diulang dari waktu ke waktu. Beberapa jenis tes psikologi hasilnya dapat akurat meskipun dilakukan dengan metode paper-and-pencil test maupun secara online.

Psikotes berbasis online dapat berfungsi dengan baik ketika memiliki standar psikometri yang sama dari sisi validitas dan reliabilitas seperti jenis tes berbasis paper-and-pencil. Hal ini sejalan dengan yang dinyatakan oleh APA’s Board of Scientific Affairs and Board of Professional Affairs ketika memberikan informasi terkait tes psikologi online, yaitu bahwa standar umum untuk penggunaan etis dalam tes psikologi juga diterapkan dalam dunia psikotes online. Standar tersebut tercantum dalam APA Standards for Education and Psychological Testing, yang didalamnya terdapat peraturan, misalnya mengenai cara menilai penggunaan tes terstandar tertentu.

Namun, permasalahan terjadi ketika tes psikologi yang dilakukan tidak sesuai dengan standar tersebut. Contohnya, tes intelegensi yang hanya mencantumkan beberapa soal untuk merepresentasikan skor IQ secara keseluruhan. Tes psikologi online juga dapat membawa beberapa permasalahan, salah satunya mengenai kode etik penggunaan alat tes. Ketika dilakukan online, kita hanya mengetahui sedikit informasi mengenai pengguna alat tes, sehingga timbul beberapa isu mengenai keamanan hasil tes, copyrights, validitas hasil tes, penggunaan tidak resmi, dan penyalahgunaan yang mungkin terjadi.

Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa keakuratan tes psikologi berbasis online bergantung pada penggunaan alat tes itu sendiri. Ketika penggunaannya tetap mengacu pada standar, maka validitas dan reliabilitasnya dapat terjaga, dan berlaku sebaliknya jika penggunaannya tidak bersesuaian dengan standar.

Tidak perlu ragu menggunakan psikotes online sebagai tahapan seleksi karyawan. Berbagai Perusahaan dan BUMN telah banyak menggunakannya terutama ketika momen pandemi. Bagi Perusahaan yang ingin menggunakan psikotes online sebisa mungkin melakukan analisa apakah psikotes online yang dipilih sesuai standar atau tidak. Cara mudah untuk mengetahuinya jangan ragu untuk meminta contoh psikotes online kepada pihak yang menawarkan jasa tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.